BEIJING, Radio Bharata Online - Sebuah bendungan besar dari era Uni Soviet di Sungai Dnipro, yang memisahkan pasukan Rusia dan Ukraina, jebol pada hari Selasa, melepaskan air bah ke seluruh zona konflik, dan memaksa penduduk desa untuk mengungsi.
Video yang viral sebelum diverifikasi di media sosial, menunjukkan air melonjak melalui sisa-sisa bendungan. Penduduk saksi mata mengungkapkan, ketinggian air naik beberapa meter dalam hitungan jam.
Bendungan Nova Kakhovka memasok air ke Semenanjung Krimea, dan pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia. Waduk besar di belakangnya adalah salah satu fitur geografis utama Ukraina selatan, dengan panjang 240 km dan lebar hingga 23 km. Adapun sebagian besar pedesaan terletak di dataran banjir di bawahnya.
Penghancuran bendungan terjadi, ketika Ukraina telah melancarkan serangan balasan yang telah lama ditunggu-tunggu terhadap pasukan Rusia. Dan Rusia mengklaim bahwa bendungan tersebut telah menggagalkan serangan besar Ukraina di wilayah Donetsk pada akhir pekan lalu.
Pada hari Selasa, kementerian pertahanan mengatakan bahwa satu serangan baru Ukraina juga telah dipukul mundur.
Rusia telah menguasai bendungan tersebut sejak awal konflik, meskipun pasukan Ukraina berhasil merebut kembali sisi utara sungai tersebut tahun lalu.
Kedua belah pihak telah lama menuduh pihak lain berencana untuk menghancurkan Bendungan tersebut.
Setelah bendungan itu jebol, Ukraina menuduh Rusia menghancurkannya. Sementara itu, para pejabat Rusia memberikan keterangan yang saling bertentangan, ada yang mengatakan bahwa bendungan itu dihancurkan oleh penembakan Ukraina, dan ada pula yang mengatakan bahwa bendungan itu runtuh karena kerusakan sebelumnya.
Bendungan Kakhovka, setinggi 30 meter dan panjang 3,2 kilometer ini dibangun pada 1956 di Sungai Dnipro, sebagai bagian dari pembangkit listrik tenaga air Kakhovka. Pembangkit listrik ini berada di kota Nova Kakhovka, di wilayah Kherson, yang saat ini berada di bawah kendali Rusia.
Pembangkit listrik ini memasok air ke Semenanjung Krimea di selatan, dan pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia, pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Eropa, di utara.
Bendungan menampung sekitar 18 kilometer kubik air, volume yang sama dengan Danau Garam Besar di negara bagian Utah, AS. (CGTN)