BEIJING, Radio Bharata Online  - Tiongkok merancang teknologi pertanian di tanah alkali (tidak subur) pada tahun 2030. Dengan teknologi ini memungkinkan menanam di tanah yang tidak sehat yang luasnya sekitar 300.000 kilometer persegi.

Untuk itu, sebuah pusat penelitian yang didedikasikan untuk mempelajari teknologi pertanian didirikan pada hari Senin di Kota Dongying, Provinsi Shandong, Tiongkok Timur, yang akan mengoordinasikan pekerjaan lembaga penelitian, universitas, dan perusahaan untuk mengembangkan teknologi tersebut. Tugas utama dari penelitian ini adalah membiakkan sifat-sifat baru tanaman dengan ketahanan garam dan alkali.

Menurut laporan dari China Media Group (CMG), pusat penelitian yang diberi nama National Technical Innovation Center for Comprehensive Utilization of Saline-Alkali Land ini menyimpan lebih dari 20.000 jenis benih, yang akan ditempatkan di lingkungan terkendali agar tumbuh lebih cepat.

Pusat penelitian ini juga akan mengambil tiga langkah untuk mencapai tujuannya. Yang pertama mengembangkan teknologi terobosan terkait perbaikan tanah, pemupukan tanah secara cepat, dan penggunaan air yang lebih efisien. Langkah ini diharapkan selesai pada tahun 2025. Yang kedua,  mendapatkan teknologi inti untuk memanfaatkan tanah alkali pada tahun 2030 dan menginkubasi sejumlah perusahaan di area ini. Dan Langkah yng ketiga menemukan cara berkelanjutan untuk menerapkan teknologi dan mengubah lebih dari 185 juta mu (123.333 kilometer persegi) tanah alkali Tiongkok menjadi lahan pertanian cadangan.

CGTN