BEIJING, Radio Bharata Online - Pada hari Rabu, 7 Juni 2023, Tiongkok meluncurkan roket propelan padat terbesarnya, Lijian-1, yang berhasil mengirimkan 26 satelit ke orbit yang telah ditentukan, dan mencetak rekor baru dalam peluncuran banyak satelit sekaligus.  Sejumlah satelit ini akan menyediakan layanan informasi penginderaan jarak jauh komersial.

Peluncuran pada hari Rabu, menandai penerbangan kedua Lijian-1, yang menunjukkan kematangan teknologi roket propelan padat, dan peningkatan keandalannya secara terus menerus, yang selanjutnya dapat meningkatkan komersialisasi kendaraan peluncuran Tiongkok.

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Global Times, asisten insinyur kepala di Lijian-1, Shi Xiaoning mengatakan, ia cukup percaya diri dengan roket ini karena keandalannya telah terverifikasi. Namun, ia masih khawatir tentang pemisahan satelit dari roket.  Sebab kali ini ada banyak satelit yang harus dikirim, sehingga harus memastikan bahwa masing-masing satelit dapat dipisahkan dengan sukses, sekaligus memastikan keakuratan penentuan orbit satelit, yang cukup menantang. Dan akhirnya Lijian-1 secara akurat mengirimkan setiap satelit ke orbit yang tepat.

Lijian-1 melakukan penerbangan perdananya pada 27 Juli 2022, dan berhasil mengirimkan enam satelit ke orbit. Menurut pengembangnya, Chinese Academy of Sciences (CAS), roket baru berdiameter 2,65 meter dan panjang 30 meter ini merupakan yang terbesar dari jenisnya di Tiongkok. Roket Lijian-1 telah mencapai terobosan dalam enam teknologi utama, dan memanfaatkan 13 teknologi domestik untuk pertama kalinya.  

Lijian-1 adalah kendaraan peluncuran empat tahap seberat 135 ton saat diluncurkan, dengan daya dorong 200 ton. Kendaraan ini mampu mengirimkan muatan seberat 1.500 kilogram ke dalam orbit singkronisasi matahari, sejauh 500 kilometer diatas permukaan bumi. (Global Times)