Beijing, Radio Bharata Online - Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok atau People's Liberation Army (PLA) mampu dan percaya diri dalam menghancurkan upaya pasukan separatis yang mencari "kemerdekaan Taiwan" dan gangguan pihak asing, kata Zhang Xiaogang, Juru Bicara Kementerian Pertahanan Nasional Tiongkok, pada konferensi pers hari Kamis (29/6) di Beijing.
Pernyataan juru bicara itu muncul sebagai tanggapan atas Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional Amerika Serikat 2024, yang mencakup kerja sama militer lebih lanjut dengan Wilayah Taiwan.
Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, baru-baru ini mengatakan Washington tidak mendukung "kemerdekaan Taiwan", tetapi menentang setiap perubahan sepihak terhadap status quo di seberang Selat Taiwan oleh kedua belah pihak.
"Masalah Taiwan adalah inti dari kepentingan utama Tiongkok. Ini adalah masalah paling penting dan risiko paling menonjol dalam hubungan Tiongkok-AS. Kami mendesak pihak AS untuk mematuhi prinsip satu-Tiongkok dan ketentuan dari tiga komunika bersama Tiongkok-AS, dengan sungguh-sungguh bertindak atas komitmen untuk tidak mendukung 'kemerdekaan Taiwan', dan berhenti mengatakan satu hal tetapi melakukan yang sebaliknya," tegas Kolonel Senior Zhang.
"Saya dengan ini menekankan bahwa hanya ada satu Tiongkok dan Taiwan adalah bagian dari Tiongkok. Kedaulatan nasional dan integritas teritorial Tiongok tidak pernah terbagi dan tidak akan pernah terbagi. Ini adalah status quo di Selat Taiwan. Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa kekuatan eksternal telah mencoba mengeksploitasi Taiwan untuk menahan Tiongkok, dan otoritas Partai Progresif Demokratik (Taiwan) terus 'mengandalkan AS untuk mencari kemerdekaan'. Inilah yang mengubah status quo di Selat Taiwan dan memperparah ketegangan di Selat Taiwan," jelasnya.
"Tiongkok harus dan pasti akan dipersatukan kembali. Bagaimana menyelesaikan masalah Taiwan adalah masalah rakyat Tiongkok sendiri yang tidak membiarkan campur tangan dari kekuatan asing. Tren tidak dapat dibalik. Mereka yang bermain api akan terbakar. PLA memiliki kemampuan dan keyakinan untuk menjaga kedaulatan nasional dan integritas teritorial serta dengan tegas menghancurkan upaya separatis Taiwan dan campur tangan asing," tambah Zhang.