JAKARTA, Radio Bharata Online  - Para pemimpin Uni Eropa (UE) akan meminta Tiongkok untuk membantu mengakhiri perang di Ukraina serta terlibat dalam tantangan global, seperti perubahan iklim, dan menyeimbangkan kembali hubungan ekonominya dengan kawasan tersebut.

Para pemimpin UE akan bertemu untuk pertemuan puncak di Brussel pada 29-30 Juni, dengan Tiongkok dan keamanan ekonomi di antara topik utama. Seruan ke Tiongkok dituangkan dalam draf kesimpulan yang disiapkan menjelang KTT, yang masih bisa berubah.

Salah seorang pejabat mengatakan draf kesimpulan sejalan dengan deklarasi Kelompok Tujuh (G7) mulai Mei, tetapi dengan masalah UE-Tiongkok yang lebih spesifik, seperti menyeimbangkan kembali hubungan ekonomi dan perlunya timbal balik.

Pejabat itu mengatakan para pemimpin cenderung memfokuskan diskusi mereka pada peran Tiongkok terhadap invasi Rusia ke Ukraina dan hubungan ekonomi. Para pemimpin Barat telah mendesak Tiongkok untuk menggunakan pengaruhnya atas Rusia untuk menghentikan konflik tersebut.

Sebelumnya pada Selasa, Komisi Eropa mempresentasikan strategi keamanan ekonomi baru, menganjurkan kontrol yang lebih kuat terhadap ekspor dan arus keluar teknologi. Komisi tidak menyebut Tiongkok, tetapi negara itu jelas menjadi fokus pemikirannya.

Pejabat itu mengatakan beberapa negara anggota UE saat ini cukup berhati-hati terhadap proposal tersebut, mengingat pemberian lisensi dan keamanan ekspor adalah kompetensi nasional. Adapun, Tiongkok telah mengajukan proposal yang berisi 12 poin mencakup peran Tiongkok untuk menyatukan pandangan masyarakat dunia. (CNBC Indonesia)