JAKARTA, Radio Bharata Online - Presiden Tiongkok Xi Jinping menyampaikan pidato tertulis pada KTT CEO Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di San Francisco pada hari Kamis (waktu setempat), di mana ia menyerukan untuk tetap berkomitmen pada "misi pendirian" APEC, yang menekankan keterbukaan, inklusivitas, dan pembangunan untuk semua, dan mencari titik temu sambil mengesampingkan perbedaan. Ia menekankan bahwa Asia-Pasifik, tidak bisa, dan tidak boleh menjadi arena persaingan geopolitik, apalagi terjerumus ke dalam Perang Dingin baru atau konfrontasi berbasis kubu.
Dalam pidatonya, Xi juga menegaskan dorongan teguh Tiongkok untuk lebih membuka diri, dan keyakinan serta kapasitas Tiongkok untuk mencapai pertumbuhan ekonomi jangka panjang dan stabil.
Para pengamat mengatakan pidato Xi, pada peringatan 30 tahun mekanisme pertemuan para pemimpin APEC, mencerminkan harapan bersama negara-negara Asia-Pasifik, terhadap kerja sama regional yang terbuka dan inklusif, dibandingkan dipaksa menjadi kelompok kecil oleh negara-negara hegemoni Barat tertentu.
Hal ini juga merupakan cerminan nyata dari kearifan Tiongkok, yang bertujuan untuk menggalang upaya kolaboratif, memberikan lebih banyak kepastian ke dalam dunia yang penuh dengan ketidakpastian, dan mentransformasi kawasan Asia-Pasifik yang menyumbang lebih dari 60 persen PDB global, menjadi mesin pertumbuhan yang lebih dinamis.
Cetak biru perekonomian Tiongkok telah menarik perhatian luas dari para pengusaha yang berpartisipasi. Mereka yakin bahwa keterbukaan Tiongkok dan prospek ekonominya yang menjanjikan, akan terus menjadikan Tiongkok sebagai penggerak utama perekonomian Asia-Pasifik, sekaligus membuka lebih banyak ruang bagi kerja sama regional, di sektor-sektor seperti perubahan iklim, ekonomi hijau, dan transformasi digital. (Global Times)