New York, Radio Bharata Online - Perwakilan Tetap Tiongkok untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Zhang Jun, pada hari Selasa (23/5) meminta semua negara untuk bertahan dalam menyelesaikan konflik melalui dialog, negosiasi dan niat baik guna mencapai perdamaian dan stabilitas, melindungi keselamatan warga sipil serta memastikan keamanan pangan.
Berbicara pada pertemuan Dewan Keamanan PBB, Zhang mengatakan bahwa warga sipil adalah korban terbesar dari konflik bersenjata, dan krisis pangan memperburuk situasi kemanusiaan, dan semakin menambah penderitaan warga sipil.
Dia mendesak semua negara untuk patuhi tujuan dan prinsip Piagam PBB, menganjurkan kerja sama, dan menolak konfrontasi, sehingga menciptakan lingkungan yang baik untuk perdamaian.
Utusan itu mengatakan Tiongkok menyambut baik perpanjangan Black Sea Grain Initiative. Dia mendesak negara-negara terkait untuk mempertimbangkan kepentingan negara-negara berkembang dalam merancang kebijakan moneter mereka untuk menghindari distorsi buatan dan fluktuasi harga pangan yang tidak normal.
Selain itu, Zhang juga meminta negara-negara terkait untuk merevisi kebijakan subsidi mereka guna meminimalkan dampak buruk pada pasar pertanian di negara-negara berkembang.
"Tiongkok selalu menjadi promotor dan kontributor kerjasama pangan internasional. Dalam beberapa tahun terakhir, Tiongkok telah memberikan bantuan pangan darurat ke lebih dari 50 negara, meringankan kebutuhan mendesak puluhan ribu orang," ujarnya.
"Tiongkok bersedia untuk terus bekerja sama dengan negara-negara di seluruh dunia untuk mengimplementasikan Inisiatif Pembangunan Global yang diusulkan oleh Presiden Tiongkok, Xi Jinping, guna memperdalam kerja sama internasional dalam ketahanan pangan dan pengentasan kemiskinan, dan untuk membangun dunia yang bebas dari perang dan konflik, serta kelaparan dan kemiskinan," tambah Zhang.