Beijing, Radio Bharata Online - Sanksi ilegal Uni Eropa (UE) terhadap perusahaan Tiongkok, jika itu menjadi kenyataan, akan sangat merusak rasa saling percaya dan kerja sama dengan Tiongkok, kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Wang Wenbin, pada konferensi pers hari Senin (8/5) di Beijing.
Wang membuat pernyataan tersebut sebagai tanggapan atas laporan media bahwa UE akan membahas paket sanksi terhadap beberapa perusahaan Tiongkok yang diduga menjual peralatan yang dapat membantu Rusia dalam operasinya di Ukraina.
"Tiongkok dengan tegas menentang setiap upaya untuk menjatuhkan sanksi ilegal atau yurisdiksi jangka panjang terhadap Tiongkok atas dasar kerja samanya dengan Rusia. Mengenai masalah Ukraina, Tiongkok selalu memegang posisi objektif dan adil, secara aktif mempromosikan pembicaraan damai, dan memainkan peran konstruktif untuk penyelesaian politik krisis," ujarnya.
"Kerja sama ekonomi dan perdagangan antara Tiongkok dan Rusia bersifat jujur, terbuka dan berwawasan luas, yang tidak menargetkan pihak ketiga dan bebas dari gangguan atau paksaan. Jika laporan yang relevan benar, tindakan UE akan secara serius merusak rasa saling percaya dan kerja sama dengan Tiongkok serta memperburuk perpecahan dan konfrontasi di dunia, yang sangat berbahaya. Kami mendesak UE untuk tidak mengambil jalan yang salah, atau Tiongkok pasti akan melindungi kepentingan dan haknya sendiri yang dibenarkan dan sah," tegasnya.