JAKARTA, Radio Bharata Online - Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Tiongkok Xi Jinping, kompak menyebut ingin melawan pengaruh sejumlah negara.

Pernyataan itu terungkap saat kedua pemimpin memberi pidato di rangkaian acara BRICS di Johannesburg, Afrika Selatan.

Seperti dikutip Reuters pada hari Rabu, dalam pidatonya Putin mengatakan akan melawan pengaruh dan propaganda yang dilakukan negara lain.

Dalam laporan kantor berita TASS, Putin juga menyebut keinginan sejumlah negara Barat untuk mempertahankan pengaruh di dunia, menyebabkan krisis parah di Ukraina.

Sementara itu dalam pidato BRICS hari Selasa, Xi Jinping juga menyinggung upaya Barat yang ingin mempertahankan pengaruh.

Dikutip The Guardians, dalam pidatonya yang dibacakan oleh Menteri Perdagangan Tiongkok Wang Wentao, Xi Jinping menyebut bahwa negara tertentu terobsesi mempertahankan pengaruh.  Negara tersebut berusaha keras melumpuhkan pasar negara berkembang. Siapa pun yang berkembang lebih dulu, menjadi target mereka. Siapa pun yang mengejar akan menjadi sasaran.

Konferensi tingkat tinggi BRICS berlangsung pada pekan ini di Johannesburg. Seluruh kepala negara anggota hadir kecuali Putin, yang hanya hadir secara virtual.  Delegasi Rusia di BRICS dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov.

Salah satu topik yang potensial muncul yakni ekspansi BRICS dengan penambahan anggota.

Isu lainnya yakni meningkatkan penggalangan dana, dan pinjaman mata uang lokal New Development Bank (NDB), hingga kerja sama ekonomi. (CNN)