Hari Rabu kemarin waktu setempat (21/6), atas undangan pemerintah Prancis, Perdana Menteri Tiongkok Li Qing tiba di bandara Orly Paris untuk melakukan kunjungan resmi di Prancis dan menghadiri KTT Global Financing Compact Baru.
Li Qiang menyatakan bahwa hubungan Tiongkok dan Prancis telah memelihara perkembangan taraf tinggi, dan selalu mempunyai makna global yang jauh melebihi jangkauan bilateral. Presiden Xi Jinping telah mencapai serangkaian kesepahaman strategis dengan Presiden Macron pada April lalu, dan sempat mencetak cetak biru yang indah dalam pembinaan Kemitraan Strategis Komprehensif Tiongkok-Prancis. Tiongkok bersedia bersama Prancis untuk menjadikan cetak biru tersebut sebagai “gambar konstruksi”, memperluas keterbukaan dua arah, membentuk rantai industri dan rantai pasokan yang lebih elastik Tiongkok-Prancis dan Tiongkok-UE, memperdalam pertukaran dan saling belajar di bidang sosbud, serta bergandengan tangan untuk menghadapi tantangan global, dalam rangka memberi lebih banyak keyakinan dan kekuatan kepada perdamaian, kestabilan dan pembangunan dunia.
Selama kunjungan di Prancis, Li Qing akan mengadakan pertemuan dengan Presiden Macron dan mengadakan pembicaraan dengan Perdana Menteri Prancis Elisabeth Borne, mengadakan pertemuan dengan Ketua Senat Gérard Larcher, menghadiri jamuan makan malam kalangan industri dan bisnis Tiongkok-Prancis. Selain itu atas undangan Li Qiang juga akan menghadiri KTT Global Financing Compact Baru dan menyampaikan pidato.
Kemarin malam, Li Qiang menghadiri jamuan makan malam kalangan industri dan bisnis Tiongkok-Prancis. Menteri Ekonomi Prancis Bruno Le Maire beserta lebih dari 100 wakil kalangan industri dan bisnis kedua negara menghadiri jamuan tersebut. Li Qiang sempat mengajukan tiga butir anjuran seputar kerja sama Tiongkok-Prancis, antara lain pertama bersama memelihara keamanan dan kestabilan rantai industri dan rantai pasokan global, mempertahankan globalisasi ekonomi, dan bertindak nyata di bidang keterbukaan dan menang bersama; kedua meningkatkan kerja sama inovasi Tiongkok-Prancis, agar memberi daya penggerak baru bagi kerja sama Tiongkok-Prancis. Ketiga berusaha menciptakan iklim bisnis yang baik, berharap pihak Prancis menyediakan iklim bisnis yang setara dan adil kepada perusahaan Tiongkok. Li Qiang berpesan kepada para pengusaha Tiongkok dan Prancis agar berupaya bersama untuk mendorong lebih lanjut kerja sama Tiongkok-Prancis dan Tiongkok-UE. Bruno Le Maire dalam pidatonya menyatakan, perusahaan Prancis sangat optimis terhadap pasar Tiongkok, dan menantikan memperdalam kerja sama di bidang penerbangan, makanan dan energi baru terbarukan (EBT), dalam rangka membangun kemitraan berkualitas tinggi.
Pewarta : CRI