Doha, Radio Bharata Online - Amerika Serikat harus mengambil tanggung jawab utama dalam upaya rekonstruksi di Afghanistan, karena pendudukan militer mereka selama beberapa dekade telah menyebabkan penderitaan besar di negara itu, menurut Yue Xiaoyong, utusan khusus Kementerian Luar Negeri Tiongkok.

Yue membuat komentar tersebut dalam sebuah wawancara di sela-sela Konferensi Internasional tentang Afghanistan, yang diakhiri di Doha, ibu kota Qatar, pada hari Selasa (2/5) lalu.

Konferensi dua hari tersebut dihadiri oleh Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan utusan atau perwakilan khusus dari Tiongkok, AS, Rusia, Iran, dan Pakistan, serta negara-negara lain dan organisasi internasional. Tapi, pemerintah sementara Afghanistan tidak diundang ke pertemuan tersebut, menurut PBB.

Guterres mengatakan pada konferensi pers setelah pertemuan bahwa tujuan utamanya adalah untuk mencari konsensus tentang bagaimana masyarakat internasional harus berkomunikasi dengan pemerintah sementara Afghanistan. Dia mengatakan bahwa meskipun negara-negara memiliki prioritas berbeda untuk masalah Afghanistan, semua pihak memahami dan mengakui kekhawatiran dan kepedulian satu sama lain.

Sekjen PBB juga mengatakan Afghanistan sedang menghadapi krisis kemanusiaan terburuk di dunia, dengan 97 persen penduduknya hidup dalam kemiskinan, dan dua pertiganya, sekitar 28 juta orang, membutuhkan bantuan kemanusiaan hanya untuk bertahan hidup. Dia juga memperingatkan bahwa enam juta orang tinggal selangkah lagi dari kelaparan, sementara bantuan keuangan belum jelas.

Yue mengatakan masyarakat internasional telah menyerukan AS untuk mengambil tanggung jawab utama atas upaya rekonstruksi di Afghanistan dan untuk mengurangi kerusakan dan penderitaan yang ditimbulkan pendudukan militer asing pada rakyat Afghanistan selama bertahun-tahun.

"AS harus memikul tanggung jawab utama untuk rekonstruksi Afghanistan sekarang dan masa depan, karena pendudukan militer AS selama 20 tahun menyebabkan penderitaan (besar) di negara itu. Kami, bersama dengan banyak negara peserta lainnya, mendesak AS untuk mencairkan aset luar negeri dari Afghanistan. Pada saat yang sama, kami juga menentang AS bermain geopolitik dan mengikuti standar ganda dalam memerangi terorisme," jelas Yue.