BEIJING, Radio Bharata Online - Pihak berwenang India pada hari Minggu (4/6) menyelesaikan operasi penyelamatan setelah kecelakaan kereta api paling mematikan di negara itu dalam lebih dari dua dekade terakhir, dengan kegagalan sinyal diduga sebagai kemungkinan penyebab kecelakaan yang menewaskan sedikitnya 275 orang.
Jumlah korban tewas dari kecelakaan pada hari Jumat, direvisi turun dari 288 orang, setelah ditemukan bahwa beberapa mayat dihitung dua kali.
Pradeep Jena, kepala sekretaris negara bagian Odisha di bagian timur mengatakan, jumlah tersebut sepertinya tidak akan bertambah, seraya mengatakan bahwa sekarang operasi penyelamatan sudah selesai.
Hampir 1.200 orang terluka ketika sebuah kereta penumpang menabrak kereta barang yang sedang berhenti, melompati rel dan menabrak kereta penumpang lainnya yang melintas di arah berlawanan di dekat distrik Balasore.
Lebih dari 900 orang telah dipulangkan dari rumah sakit, sementara 260 orang masih dirawat, dengan satu pasien dalam kondisi kritis. Demikian keterangan pemerintah negara bagian Odisha dalam sebuah update pada Minggu malam.
Kereta Api India, yang dikelola oleh negara, yang mengangkut lebih dari 13 juta orang setiap harinya, sedang berusaha memperbaiki catatan keselamatannya yang tidak merata, yang disalahkan pada infrastruktur yang menua.
Perdana Menteri Narendra Modi, yang akan menghadapi pemilihan umum tahun depan, mengunjungi tempat kejadian pada hari Sabtu untuk berbicara dengan para petugas penyelamat, memeriksa reruntuhan, dan bertemu dengan beberapa orang yang terluka. Menurut Modi, mereka yang terbukti bersalah akan dihukum dengan tegas. (CGTN)