Beijing, Radio Bharata Online - Tan Kefei, Juru Bicara Kementerian Pertahanan Tiongkok, pada hari Kamis (27/4) mengatakan Otoritas Partai Progresif Demokratik (DPP) hanya akan membawa bencana serius pada orang-orang di Taiwan dengan berkolusi dengan perusahaan militer AS.
Menurut laporan, sejumlah perusahaan militer AS akan mengadakan delegasi ke wilayah Taiwan pada awal Mei 2023 untuk membahas masalah-masalah seperti produksi bersama drone dan amunisi.
Mengomentari masalah ini, Tan mengatakan pada konferensi pers bahwa berkolusi dengan perusahaan AS yang relevan hanya akan membawa lebih banyak kerugian bagi orang-orang di Taiwan.
"Masalah Taiwan adalah murni urusan dalam negeri Tiongkok, yang tidak memiliki tempat untuk campur tangan asing. 'Kompleks industri militer' Amerika Serikat ini selalu tertarik untuk menjual senjata, mengekspor perang, dan menghasilkan keuntungan besar di seluruh dunia. Praktikotoritas DPP untuk memancing serigala ke dalam rumah itu menjijikkan, dan hanya akan membawa bencana serius bagi rakyat Taiwan," ujarnya.
"Yang perlu ditekankan adalah bahwa tidak ada orang atau kekuatan yang dapat menggoyahkan tekad kita untuk mempertahankan kedaulatan nasional dan integritas wilayah, juga tidak dapat menghentikannya proses sejarah reunifikasi Tiongkok yang tak terelakkan," tambah Tan.
Tan mendesak pihak AS untuk mematuhi prinsip satu-Tiongkok dan berhenti mencampuri masalah Taiwan.
"Kami sangat mendesak Amerika Serikat untuk sepenuhnya mengakui sensitivitas tinggi dari masalah Taiwan dan kompleksitas serta parahnya situasi saat ini di Selat Taiwan, mematuhi prinsip satu-Tiongkok dan ketentuan dari tiga komunike bersama Tiongkok-AS, menangani masalah terkait Taiwan dengan hati-hati dan benar, berhenti mencampuri masalah Taiwan, dan menghentikan penjualan senjata, atau hubungan militer dengan pihak berwenang Taiwan," jelasnya.
"Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok selalu memperhatikan situasi di seberang Selat Taiwan, dan mempertahankan Tingkat kewaspadaan tinggi setiap saat. Kami akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan hukum, dengan tegas melawan segala bentuk kegiatan separatis di Taiwan dan campur tangan kekuatan eksternal, dan dengan tegas mempertahankan kedaulatan nasional dan integritas wilayah," tegas Tan.