BUJUMBURA, Radio Bharata Online - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres menyerukan segera diakhirinya kekerasan di Sudan setelah bertemu dengan Presiden Burundi Evariste Ndayishimiye di Bujumbura, pusat ekonomi Burundi.
Guterres bertemu dengan presiden Burundi di sela-sela KTT ke-11 kepala negara Mekanisme Pengawasan Regional tentang kerangka perjanjian Addis Ababa tentang Perdamaian, Keamanan, dan Kerja Sama di Republik Demokratik Kongo (DRC) dan kawasan yang berlangsung di Bujumbura Sabtu(06/5)
Guterres mendesak segera diakhirinya permusuhan yang saat ini terjadi di Sudan. Dia pun memuji upaya mediasi yang dilakukan oleh Otoritas Pembangunan Antarpemerintah (IGAD), sebuah blok perdagangan regional, dalam upaya menyelesaikan krisis Sudan. Guterres juga mengindikasikan bahwa situasi di DRC timur masih tetap "memprihatinkan".
Dalam kesempatan yang sama Guteres juga memuji Burundi atas upayanya dalam pemerintahan dan kontribusinya terhadap pemulihan perdamaian di DRC timur dan dalam misi pemeliharaan perdamaian lainnya.
Dalam pernyataan setelah bertemu dengan Presiden Burundi Evariste Ndayishimiye, Guteres mengatakan, bahwa dirinya memiliki kesempatan untuk mengungkapkan kekagumannya atas kemajuan luar biasa yang telah dicapai Burundi dalam kaitannya dengan rekonsiliasi, pemerintahan demokratis, dan pembangunan ekonomi.
Menurutnya ini memperlihatkan keyakinkan presiden [Burundi] tentang "dukungan dan komitmen kuat" PBB untuk melakukan segala yang mungkin untuk memobilisasi dukungan yang lebih kuat dari komunitas internasional yang sangat dibutuhkan Burundi dan sepenuhnya layak.
Ditambahkan oleh Guteres, kehadiran pasukan Burundi di DRC dalam konteks pengerahan pasukan Afrika Timur ke DRC timur telah menunjukkan "efisiensi yang sangat besar dan kontribusi yang sangat positif" untuk rekonsiliasi dan semoga perdamaian, dan hari ini "Burundi adalah pilar kerja sama regional.”
sumber: CGTN