BEIJING, Radio Bharata Online - Menteri Keuangan AS Janet Yellen tiba di Beijing pada Kamis sore, untuk memulai kunjungan empat harinya di Tiongkok.

Kunjungan Yellen dilakukan pada saat hubungan AS-Tiongkok berada pada titik kritis.

Kalau beberapa pejabat AS merasa skeptis dengan kunjungan Yellen, para ahli Tiongkok justru percaya bahwa Kunjungan Yellen adalah untuk menjaga saluran komunikasi tingkat tinggi agar tetap terbuka.  Saluran komunikasi inilah yang akan membantu memperbaiki hubungan bilateral, meskipun diperlukan lebih banyak waktu bagi kedua negara, untuk membangun kembali rasa saling percaya.

Menteri Keuangan AS tiba di Beijing dalam misi untuk menemukan titik temu bagi kedua negara, untuk bekerja sama.

Seperti yang diungkapkan Yellen sebelumnya, dia akan bertemu dengan pejabat senior Tiongkok, membahas pentingnya mengelola hubungan AS-Tiongkok secara bertanggung jawab, membahas bidang-bidang yang menjadi perhatian, dan mengatasi tantangan global.  

Beberapa media AS melihat kunjungan itu sebagai bagian dari upaya untuk meredakan ketegangan hubungan, sekaligus menandai "pencairan yang semakin dalam" antara AS dan Tiongkok, menyusul kunjungan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken ke Beijing baru-baru ini.

Yellen, yang dipandang sebagai suara moderasi dalam pemerintahan Biden, telah mengadopsi pandangan lebih pragmatis, dalam mempertahankan hubungan ekonomi dengan Tiongkok, menentang tarif tambahan, dan memperingatkan bahwa memutus hubungan dengan ekonomi terbesar kedua di dunia itu akan menjadi bencana.

Kunjungan Yellen, berlangsung tak lama setelah Tiongkok pada hari Senin mengumumkan kontrol ekspor untuk gallium dan germanium, yang sangat penting untuk pembuatan chip dan komponen teknologi tinggi lainnya. (Global Times)