Dushanbe, Bharata Online - Inisiatif Tata Kelola Global atau Global Governance Initiative  (GGI) Tiongkok dan strategi pembangunan nasional Tajikistan untuk periode hingga 2030 bertujuan untuk mencapai tujuan yang sama, kata seorang pakar Tajikistan dalam sebuah wawancara yang dirilis pada kesempatan kunjungan Presiden Tajikistan ke Tiongkok saat ini.

Atas undangan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, Presiden Tajikistan, Emomali Rahmon, melakukan kunjungan kenegaraan ke Tiongkok dari tanggal 11 hingga 14 Mei 2026.

Sharif Rahimzoda, Kepala Peneliti di Institut Ekonomi dan Demografi Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional Tajikistan, sangat memuji Inisiatif Tata Kelola Global Tiongkok dalam wawancara dengan China Global Television Network (CGTN).

"Inisiatif Tata Kelola Global Tiongkok menarik karena membayangkan pembangunan paralel semua negara di kawasan ini, dan sangat penting bahwa prinsip-prinsip strategi ini mencakup tidak campur tangan dalam urusan internal negara lain, menghormati kemerdekaan mereka, dan bekerja menuju prinsip kerja sama yang saling menguntungkan," ujar Sharif Rahimzoda.

Inisiatif Pembangunan Global diusulkan oleh Xi Jinping pada Pertemuan Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) Plus pada September 2025. Rahimzoda menekankan bahwa inisiatif ini selaras dengan strategi pembangunan nasional Tajikistan.

"Apa yang membuat inisiatif ini menarik bagi Tajikistan? Ini menarik karena dikembangkan berdasarkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) PBB, dan strategi pembangunan nasional kita untuk periode hingga 2030 juga berdasarkan SDGs. Artinya, dari segi isi, inisiatif Tiongkok dan strategi kita konsisten dan bertujuan untuk mencapai tujuan yang sama," katanya.