Beijing, Radio Bharata Online - Kementerian Pertahanan Tiongkok mengatakan pada hari Kamis (30/11) bahwa patroli bersama Filipina-Australia di Laut Tiongkok Selatan telah meningkatkan ketegangan regional, dan mendesak Filipina untuk menghentikan tindakan pelanggarannya.
Juru Bicara Wu Qian membuat pernyataan tersebut dalam sebuah konferensi pers di Beijing untuk menanggapi laporan yang mengutip pihak berwenang Filipina yang mengatakan bahwa jet tempur Tiongkok "mengorbit" sebuah pesawat Filipina selama patroli udara bersama dengan Australia akhir pekan lalu.
"Pernyataan seperti itu dari pihak Filipina tidak mencerminkan kenyataan. Itu murni hype yang berbahaya. Saya ingin menunjukkan bahwa kolaborasi pertahanan dan keamanan antar negara tidak boleh menargetkan pihak ketiga mana pun, atau merugikan kepentingannya, atau merusak perdamaian dan stabilitas regional," kata Wu.
"Kami dengan tegas menentang setiap tindakan yang memprovokasi konfrontasi atau meningkatkan ketegangan regional di Laut Tiongkok Selatan. Kami mendesak Filipina untuk sungguh-sungguh mematuhi prinsip-prinsip Deklarasi Perilaku Para Pihak di Laut Tiongkok Selatan (DOC) dan menghentikan semua tindakan pelanggaran. Militer Tiongkok selalu mempertahankan kewaspadaan tingkat tinggi untuk secara tegas menjaga kedaulatan nasional dan hak-hak serta kepentingan maritim, serta dengan tegas menjaga perdamaian dan stabilitas di Laut Tiongkok Selatan," ujar Wu.