Beijing, Radio Bharata Online - Juru Bicara Kementerian Perdagangan Tiongkok, Shu Jueting, pada hari Kamis (11/5) mengatakan Tiongkok berharap Uni Eropa (UE) dapat menghargai rasa saling percaya dan kerja sama Tiongkok-UE, bertindak hati-hati, dan tidak menjadi preseden buruk.
Pernyataan Shu ini merupakan tanggapan atas proposal blok tersebut untuk memberikan sanksi kepada tujuh perusahaan Tiongkok. UE sedang mempertimbangkan sanksi terhadap tujuh perusahaan Tiongkok yang dituduh menjual mikroelektronika ke Rusia, yang katanya dapat digunakan untuk mendukung perang di Ukraina.
Berbicara pada konferensi pers di Beijing, Shu Jueting mengatakan Tiongkok melakukan kerja sama bisnis normal dengan Rusia berdasarkan hubungan yang saling menghormati dan saling menguntungkan.
Dia pun menegaskan kembali bahwa ketika berbicara soal masalah Ukraina, Tiongkok tidak akan mengipasi api atau mengeksploitasi situasi tersebut untuk keuntungan egois. Juru Bicara itu meminta pihak UE untuk mengingat kepentingan yang lebih besar dalam kerja sama ekonomi bilateral.
"Kami dengan tegas menentang sanksi sepihak dan yurisdiksi jangka panjang terhadap Tiongkok yang tidak memiliki dasar dalam hukum internasional dan tidak disahkan oleh Dewan Keamanan PBB. Kami berharap UE dapat menghargai gambaran besar tentang saling percaya dan kerja sama Tiongkok-UE, bertindak hati-hati, dan jangan membuat preseden buruk," tegas Shu.