Beijing, Radio Bharata Online - Partai Progresif Demokratik atau Democratic Progressive Party (DPP) wilayah Taiwan di Tiongkok menggunakan berbagai taktik untuk menyamarkan kegiatan separatis dengan kedok "legalitas dan legitimasi", kata Juru Bicara Kementerian Pertahanan Nasional Tiongkok, Zhang Xiaogang, pada hari Kamis (25/7), seraya menambahkan bahwa upaya tersebut menipu diri sendiri.
Zhang menyampaikan komentar tersebut sebagai tanggapan atas pertanyaan pada konferensi pers mengenai distribusi templat kartu aturan keterlibatan atau rules of engagement (ROE) selama latihan tembak langsung di Taiwan, yang bertujuan untuk membenarkan "legalitas dan legitimasi" penggunaan kekuatan oleh pasukan pulau tersebut.
"Pihak berwenang DPP telah menggunakan berbagai taktik untuk memberikan kesan 'legalitas' dan 'legitimasi' pada kegiatan separatis, yang tidak lebih dari sekadar menipu diri sendiri. Mereka berupaya mengubah Taiwan menjadi medan perang dan menggunakan penduduk setempat sebagai tameng manusia, semuanya dalam upaya untuk mencapai 'kemerdekaan Taiwan' dan menolak penyatuan kembali dengan kekerasan. Upaya tersebut sepenuhnya sia-sia dan ditakdirkan untuk berujung pada jalan buntu," kata Zhang.
Zhang menekankan bahwa Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok tetap teguh dan tegas dalam komitmennya untuk menjaga kedaulatan nasional, keamanan, dan integritas teritorial.