Beijing, Radio Bharata Online - Teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin banyak digunakan oleh musisi amatir dan profesional serta produser musik di Tiongkok untuk menciptakan karya orisinal.

Satu aplikasi produksi musik yang dibantu AI, misalnya, memungkinkan orang mengubah senandung acak mereka menjadi melodi, lengkap dengan progresi akord.

DeepMusic, penyedia layanan pembuatan musik berbasis AI di belakang aplikasi tersebut, juga menguji teknologi baru yang dapat mengubah pesan teks menjadi lagu yang sebenarnya dalam waktu kurang dari 30 detik.

"Kami sebenarnya membantu penggemar musik biasa untuk mewujudkan ambisi mereka sehingga mereka tidak perlu menguasai teori musik dan dasar-dasar yang membutuhkan waktu puluhan tahun untuk mempelajarinya. Sekarang, AI hadir untuk membantu mereka," kata Liu Xiaoguang, CEO DeepMusic.

Bagi para profesional, synthesizer vokal berguna untuk mendukung ekspresi musik mereka dengan suara yang hidup dan responsif. Yang perlu mereka lakukan hanyalah mengetik lirik dan catatan.

"Ada penyanyi manusia di belakang setiap penyanyi AI untuk membantu melatihnya dengan data. Kami telah menandatangani kontrak dengan semua penyanyi manusia sehingga pencipta dari seluruh dunia dapat menggunakan penyanyi AI dengan berbagai suara indah dalam karya mereka," kata Guo Jing, CEO TIMEDOMAIN, perusahaan teknologi musik yang berbasis di Beijing.

Untuk mengeksplorasi hubungan antara AI dan musik, sejumlah sekolah musik publik di Tiongkok, termasuk Central Conservatory of Music yang bergengsi, telah meluncurkan jurusan yang terkait dengan teknologi baru tersebut.