Beijing, Radio Bharata Online - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Mao Ning, pada sebuah konferensi pers di Beijing pada hari Senin (11/9) mengatakan Kelompok 20 (G20) adalah sebuah forum untuk mempromosikan kerjasama ekonomi internasional, bukan sebuah platform untuk menyelesaikan isu-isu geopolitik dan keamanan.
Mao membuat pernyataan tersebut sebagai tanggapan atas pertanyaan mengenai peran G20 dalam menyelesaikan krisis Ukraina.
"Posisi Tiongkok dalam masalah Ukraina telah konsisten dan jelas. Deklarasi Pemimpin G20 New Delhi dicapai melalui konsensus di antara semua pihak dan mencerminkan konsensus semua anggota. KTT ini menegaskan kembali bahwa G20 adalah forum utama untuk kerjasama ekonomi internasional, bukan sebuah platform untuk menyelesaikan masalah geopolitik dan keamanan. Tiongkok selalu percaya bahwa kunci penyelesaian akhir dari krisis Ukraina terletak pada meninggalkan mentalitas Perang Dingin, mementingkan dan menghormati kekhawatiran keamanan yang wajar dari semua pihak, dan menemukan solusi politik melalui dialog dan negosiasi," kata Mao.
KTT G20 ke-18 diselenggarakan di New Delhi, India, pada tanggal 9 dan 10 September 2023. KTT yang bertemakan "Satu Bumi - Satu Keluarga - Satu Masa Depan" ini berfokus pada pertumbuhan inklusif, inovasi digital, ketahanan iklim, dan akses kesehatan global yang adil, di antara topik-topik lainnya.
Perdana Menteri Tiongkok, Li Qiang, menghadiri KTT tersebut atas undangan pemerintah India.