Fuzhou, Radio Bharata Online - Sebuah pameran bertema Jalur Sutera Maritim dibuka di kota Fuzhou, Provinsi Fujian, Tiongkok timur pada hari Kamis (18/5), menampilkan banyak produk menarik dari berbagai negara.
Pameran lima hari tahunan ini bertujuan untuk memperluas kerja sama di Jalur Sutera Maritim, menjajaki peluang pengembangan bersama, dan memperdalam integrasi lintas-Selat. Acara ini juga menampilkan pertemuan dan forum yang mencakup topik-topik seperti peningkatan kerja sama ekonomi dan perdagangan di antara anggota Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional atau Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), serta memajukan manufaktur cerdas dan pembangunan hijau.
Meliputi total area pameran seluas 120.000 meter persegi, telah ada 19 paviliun tema khusus yang didirikan, termasuk Pameran Ekonomi dan Perdagangan Tiongkok-Indonesia, Paviliun Tamu Kehormatan dan Paviliun Kerjasama Ekonomi dan Perdagangan di bawah RCEP, serta paviliun untuk menghormati prestasi yang dibuat di bawah Belt and Road, dan Paviliun Keberhasilan Investasi Perusahaan Daratan Berinvestasi di Taiwan.
Di area pameran negara-negara anggota RCEP, kue durian dari Vietnam dan kopi dari Indonesia menjadi salah satu produk terlaris. Rempah-rempah dan ornamen dari negara-negara di sepanjang "Belt and Road" juga terbukti populer.
"Kami membawa perusahaan Indonesia ke sini, 30 perusahaan, 22 importir dan distributor dari Tiongkok, dan perusahaan dari Indonesia. Kami datang ke sini dengan produk yang sangat banyak seperti makanan ringan, sarang burung walet, kopi, batik, baju adat Indonesia, dan juga rempah-rempah," ujar Budi Hansyah, atase perdagangan KBRI Tiongkok.
Jalur Sutera Maritim kuno berfungsi sebagai jembatan ekonomi dan budaya yang penting antara Timur dan Barat selama ratusan tahun, dengan Fujian Tiongkok sering dianggap sebagai titik awal kapal dagang kuno untuk mengangkut barang.