Singapura, Radio Bharata Online - Pendekatan keamanan yang diadvokasi Tiongkok didasarkan pada kepentingan bersama negara-negara di kawasan, sementara konfrontasi yang lebih disukai Amerika Serikat (AS) hanya mengarah pada lebih banyak perpecahan, konflik, dan antagonisme, kata Cui Tiankai, mantan wakil menteri luar negeri Tiongkok.
Cui, yang pernah menjabat sebagai Duta Besar Tiongkok untuk Amerika Serikat terlama, tepatnya sejak April 2013 hingga Juni 2021, menghadiri Dialog Shangri-La ke-20 di Singapura sebagai anggota delegasi Tiongkok.
Cui berbicara tentang Prakarsa Keamanan Global yang diajukan Presiden Xi Jinping pada upacara pembukaan Forum Boao untuk Konferensi Tahunan Asia 2022, dengan mengatakan bahwa Prakarsa tersebut menekankan inklusivitas, sementara pendekatan keamanan AS adalah tentang membangun blok eksklusif melawan negara lain.
"Presiden Xi Jinping telah mengajukan tiga prakarsa global - Prakarsa Pembangunan Global, Prakarsa Keamanan Global, dan Prakarsa Peradaban Global. Semua prakarsa ini berada dalam kerangka proposal kami untuk membangun komunitas negara demi masa depan bersama," ujarnya dalam sebuah wawancara dengan China Global Television Network.
"Dan untuk Prakarsa Keamanan (Global), saya pikir ide kuncinya, ide sentralnya, adalah mengadopsi pendekatan keamanan baru berdasarkan keamanan bersama, keamanan komprehensif, keamanan kooperatif, dan keamanan berkelanjutan," lanjut Cui.
"Pendekatan keamanan yang akan dianjurkan Tiongkok bakal sangat didasarkan pada kepentingan bersama negara-negara kawasan dan akan ditujukan untuk masa depan bersama yang lebih aman dan lebih baik. Ini sangat inklusif, menekankan pada kerja sama, dan akan memiliki partisipasi yang setara dari semua negara-negara kawasan," jelasnya.
Dia memperingatkan bahwa visi keamanan AS akan memicu lebih banyak konflik dan konfrontasi, yang pada akhirnya akan merugikan kepentingan Amerika sendiri.
"Apa yang AS lakukan, mereka membentuk kelompok kecil konfrontatif eksklusif dan mereka menganjurkan apa yang disebut 'demokrasi versus otokrasi' dan seterusnya. Jadi, mereka mencoba untuk membagi dunia, membagi kawasan menjadi berbagai kategori negara," kata Cui.
"Saya kira itu tidak akan membantu keamanan siapa pun, termasuk keamanan Amerika Serikat sendiri. Lebih banyak perpecahan hanya akan menimbulkan lebih banyak konflik, lebih banyak konfrontasi. Jadi, hasil akhirnya adalah merugikan kepentingan semua orang," tutur mantan diplomat senior itu.
Anggota Dewan Negara dan Menteri Pertahanan Nasional Tiongkok, Li Shangfu, menyampaikan pidato di Dialog Shangri-La ke-20 pada hari Minggu (4/6), di mana dia mengatakan Prakarsa Keamanan Global yang diusulkan oleh Presiden Xi Jinping menyumbangkan kebijaksanaan Tiongkok untuk mengatasi tantangan keamanan internasional.
Li menyatakan kesediaan Tiongkok untuk bekerja dengan semua pihak guna meningkatkan komitmen terhadap komunitas Asia-Pasifik dengan masa depan bersama, mempromosikan pengembangan kerja sama keamanan regional yang sehat, dan berusaha untuk membangun arsitektur yang terbuka, inklusif, transparan, dan setara dalam kerja sama keamanan regional.