LOUSIANA, Radio Bharata Online - Empat orang tewas dan tujuh lainnya luka-luka dalam penembakan di perayaan 4 Juli, tak lama sebelum Selasa tengah malam di Shreveport, negara bagian selatan AS, Louisiana.

Polisi Shreveport mengatakan, bahwa setidaknya satu pria bersenjata melepaskan tembakan ke sebuah pertemuan jalanan yang dihadiri sekitar 100 orang. Acara perayaan kemerdekaan oleh berbagai komunitas, telah berlangsung selama lebih dari satu dekade.

Juru bicara polisi Shreveport, Angie Willhite mengatakan, hingga Selasa malam waktu setempat, tiga orang diberitakan tewas, dan pada Rabu pagi polisi kembali menemukan mayat lain di sebuah lapangan. Di antara yang terluka, satu orang dalam kondisi sangat kritis.

Menurut Willhite, belum ada tersangka yang ditahan, dan motif penembakan itupun belum jelas.

Penembakan terjadi di tengah ledakan kekerasan senjata baru-baru ini di seluruh Amerika Serikat, selama akhir pekan Hari Kemerdekaan.

Penembakan massal dilaporkan terjadi di beberapa kota termasuk Baltimore, Philadelphia, Fort Worth dan Washington, D.C., menyebabkan sedikitnya 10 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka.

Sekretaris Pers Gedung Putih Karine Jean-Pierre pada hari Rabu waktu setempat, mengutuk kekerasan senjata, dan mendesak Kongres untuk mengesahkan larangan senjata serbu, serta menyalahkan proliferasi senjata di AS.

Sejauh ini pada tahun 2023 saja, ada lebih dari 340 penembakan massal di negara itu, menurut data yang dikumpulkan oleh lembaga swadaya Gun Violence Archive.  Lembaga ini mendefinisikan penembakan massal, sebagai insiden di mana setidaknya empat orang ditembak secara brutal. (CGTN)