JAKARTA, Radio Bharata Online - Pejabat Palestina mengatakan Israel dan kelompok militan jihad Islam di Gaza telah menyepakati gencatan senjata. Kesepakatan gencatan senjata yang akan mulai berlaku pada Minggu pukul 10 malam waktu setempat.
Dilansir Reuters, Minggu (14/5/2023), Mesir yang menjadi perantara gencatan senjata, meminta semua pihak untuk mematuhi perjanjian tersebut menurut lapor saluran televisi Mesir Al-Qahera News.
Kesepakatan itu menyebut, "Kedua belah pihak akan mematuhi gencatan senjata yang mencakup diakhirinya penargetan warga sipil, penghancuran rumah, diakhirinya penargetan individu segera setelah gencatan senjata berlaku,"
Juru bicara kelompok itu, Dawoud Shehab, menyatakan penerimaan mereka atas pengumuman Mesir dan kami mematuhinya selama pendudukan (Israel) mematuhinya.
Tidak ada konfirmasi langsung dari Israel, yang jarang mengakui perjanjian semacam itu dengan kelompok militan Palestina yang disebutnya sebagai organisasi teroris.
Seperti diketahui, Israel meluncurkan serangan udara terakhir pada Selasa (9/5), mengumumkan bahwa mereka menargetkan komandan jihad Islam yang telah merencanakan serangan di Israel. Sebagai tanggapan, kelompok yang mendukung Iran menembakkan lebih dari 1.000 roket, membuat orang Israel melarikan diri ke tempat perlindungan bom.
Selama lima hari serangan, Israel membunuh enam komandan senior jihad Islam dan menghancurkan sejumlah instalasi militer. Tapi setidaknya 10 warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak, juga tewas di Gaza selama pertempuran dan dua orang-- seorang wanita Israel dan seorang buruh Palestina--tewas oleh tembakan roket Palestina di Israel.
(Reuters)
International
Minggu, 14 Mei 2023 | 07:35 WIB
Pejabat Palestina mengatakan Israel dan kelompok militan jihad Islam di Gaza telah menyepakati gencatan senjata Kesepakatan gencatan senjata yang akan mulai berlaku pada pukul 10 malam waktu setempat
Oleh