Wuhan, Radio Bharata Online - Ekonomi Tiongkok dan Uruguay sangat saling melengkapi dan kerja sama antara kedua belah pihak memiliki potensi pengembangan yang besar, kata seorang akademisi pada hari Kamis (23/11), satu hari setelah kedua negara sepakat untuk meningkatkan hubungan mereka menjadi kemitraan strategis yang komprehensif dalam tonggak sejarah baru untuk hubungan bilateral mereka.

Presiden Tiongkok, Xi Jinping, mengadakan pembicaraan dengan Presiden Uruguay, Luis Alberto Lacalle Pou, yang sedang berkunjung ke Beijing pada hari Rabu (22/11), dengan kedua kepala negara mengumumkan peningkatan hubungan bilateral menjadi kemitraan strategis yang komprehensif.

Wu Hongying, Direktur Institut Studi Amerika Latin di Universitas Hubei di Tiongkok tengah, mengatakan bahwa peningkatan hubungan ini menunjukkan bahwa hubungan Tiongkok-Uruguay telah memasuki tahap baru dalam kerja sama yang komprehensif dan pembangunan berkualitas tinggi, dan dapat menjadi model untuk kerja sama Selatan-Selatan.

Wu mencatat bahwa Tiongkok adalah mitra dagang terbesar Uruguay, pasar ekspor terbesar dan sumber impor terbesar kedua, dan bahwa ada potensi besar bagi hubungan untuk berkembang lebih jauh di berbagai bidang.

"Saya percaya bahwa meskipun Uruguay adalah negara kecil di Amerika Latin, Uruguay sangat melengkapi Tiongkok, memiliki hubungan ekonomi yang sangat erat dan telah lama menganut kebijakan yang bersahabat dengan Tiongkok. Kedua negara masih memiliki potensi besar untuk bekerja sama tidak hanya dalam perdagangan, investasi, transisi energi, produksi pangan, ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian, dan juga termasuk kecerdasan buatan, kesehatan masyarakat dan perubahan iklim serta aspek-aspek lainnya," ujarnya.

Menurut Wu, Uruguay adalah negara pertama di Pasar Bersama Selatan, blok perdagangan Amerika Selatan yang dikenal dengan singkatan bahasa Spanyol Mercosur, yang berpartisipasi dalam Prakarsa Sabuk dan Jalan, yang membuka peluang kerja sama baru dengan Amerika Latin dan pada akhirnya akan memberikan manfaat bagi masyarakat di seluruh wilayah.

"Saya percaya bahwa bergabungnya Uruguay ke dalam Prakarsa Sabuk dan Jalan berarti bahwa ide kerja sama terpenting Tiongkok terus berakar kuat di hati rakyat Amerika Latin. Hal ini juga berarti bahwa barang publik terpenting yang diberikan Tiongkok kepada dunia disambut baik oleh semakin banyak negara Amerika Latin. Semakin banyak negara Amerika Latin yang menganggap penguatan kerja sama dengan Tiongkok sebagai pilihan strategis pembangunan nasional mereka. Prakarsa Sabuk dan Jalan Tiongkok tidak hanya membawa peluang pembangunan bagi Uruguay dan negara-negara Amerika Latin, tetapi juga membawa banyak manfaat bagi masyarakat negara-negara Amerika Latin. Oleh karena itu, seperti yang dikatakan oleh beberapa media Amerika Latin: 'Tiongkok menjadi mesin penggerak negara-negara Amerika Latin'," ujarnya.