Beijing, Radio Bharata Online - Tiongkok dan Italia harus memperkuat kerja sama dalam Belt and Road Initiative (BRI), kata Wang Wenbin, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, pada jumpa pers hari Rabu (10/5) di Beijing.

Menurut laporan media, Italia sedang mempertimbangkan untuk menarik diri dari BRI Tiongkok. Menanggapi hal tersebut, Wang menekankan bahwa Italia dan Tiongkok harus lebih mempromosikan kerja sama untuk memberi manfaat bagi masyarakat kedua negara.

"Sejak Tiongkok dan Italia menandatangani dokumen kerja sama antar pemerintah tentang pembangunan bersama BRI, kedua belah pihak telah mencapai hasil yang bermanfaat di berbagai bidang seperti ekonomi, perdagangan, industri, manufaktur, energi bersih, dan pasar pihak ketiga," ujar Wang. 

Tiongkok dan Italia harus lebih lanjut menggali potensi kerjasama BRI, memperkuat kerjasama yang saling menguntungkan di berbagai bidang untuk membuat perkembangan hubungan Tiongkok-Italia lebih menguntungkan kedua negara dan rakyatnya," lanjutnya.

Pada Maret 2019, Tiongkok dan Italia menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk bersama-sama memajukan pembangunan BRI selama kunjungan kenegaraan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, ke negara tersebut.