BEIJING, Radio Bharata Online - Gangguan sinyal telah ditetapkan sebagai penyebab utama kecelakaan kereta api yang mematikan pada hari Jumat di India. Mengutip Hindustan Times, Kementrian perkeretaapian India pada hari Minggu menyebutkan bahwa jumlah korban tewas meningkat menjadi 275 orang, dalam kecelakaan kereta api paling mematikan di India dalam lebih dari 20 tahun terakhir.
Menurut para pejabat, kereta api Coromandel Express, yang beroperasi dari Kolkata ke Chennai, menabrak gerbong-gerbong kereta api Yashwantpur-Howrah Express yang tergelincir, dan terguling ke jalur yang berdekatan. Sebuah kereta barang juga dikatakan terlibat dalam kecelakaan tersebut.
Pada hari Sabtu, Perdana Menteri India, Narendra Modi, tiba di lokasi kecelakaan, juga bertemu dengan beberapa korban yang terluka di rumah sakit.
Kepada Hindustan Times, Modi mengatakan, tidak ada yang akan terhindar, dan tindakan tegas akan diambil terhadap mereka yang terbukti bersalah.
Kantor berita Tiongkok Xinhua melaporkan, Menteri Perkeretaapian India Ashwini Vaishnaw, pada hari Minggu mengatakan, bahwa penyebab kecelakaan di negara bagian Odisha, India timur, disebabkan oleh perubahan yang dilakukan pada mesin titik dan sistem interlocking elektronik.
Menurut Xinhua, Ashwini menyatakan bahwa orang-orang yang bertanggung jawab atas kecelakaan tersebut telah diidentifikasi, dan upaya untuk memulihkan jalur kereta api saat ini sedang berlangsung.
The Global Times mengutip Konsulat Jenderal Tiongkok di Kolkata melaporkan, tidak ada korban jiwa atau luka-luka dari warga negara Tiongkok dalam kecelakaan pada Minggu sore itu.
Menurut pakar transportasi, meskipun India telah berinvestasi besar-besaran dan membuat kemajuan yang luar biasa dalam pembangunan infrastruktur transportasi dalam beberapa tahun terakhir, kecelakaan besar ini telah mengekspos kesenjangan besar yang terus mengganggu India. (Global Times)