BEIJING, Radio Bharata Online - Sejak kemitraan strategis komprehensif Tiongkok-ASEAN terjalin dua tahun lalu, kolaborasi ekonomi dan perdagangan antara Tiongkok dan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) telah mencapai tingkatan baru. Perdagangan dan investasi antara kedua pihak terus meningkat.
Dalam 10 bulan pertama tahun 2023, total volume perdagangan antara Tiongkok dan negara-negara ASEAN berjumlah 5,23 triliun yuan ($731,9 miliar), yang merupakan 15,2 persen dari keseluruhan perdagangan luar negeri Tiongkok.
Kedua belah pihak juga sedang menjajaki bidang-bidang baru untuk kerja sama ekonomi dan perdagangan, sehingga mencapai kemajuan yang signifikan di bidang-bidang seperti ekonomi hijau, ekonomi digital, ekonomi kelautan, serta kerja sama keuangan dan moneter. Kemajuan juga telah dicapai dalam pembangunan Kawasan Perdagangan Bebas Tiongkok-ASEAN versi 3.0.
Sementara agenda Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) tahun ini masih berupaya menggali cara-cara untuk mendorong integrasi ekonomi di kawasan Asia-Pasifik, maka kerja sama ekonomi dan perdagangan Tiongkok-ASEAN tidak diragukan lagi merupakan model yang sangat baik, dan memberikan pengalaman yang sangat berharga.
Berbeda dengan APEC, hubungan Ekonomi Tiongkok-ASEAN menganut filosofi pembangunan yang terbuka dan inklusif. Alih-alih menggunakan pendekatan “halaman kecil dan pagar tinggi,” mereka justru meningkatkan tingkat dan kualitas keterbukaan.
Dengan latar belakang meningkatnya proteksionisme perdagangan dan meningkatnya ketidakpastian geopolitik, proses integrasi ekonomi regional Asia-Pasifik masih menghadapi banyak tantangan. Baik Tiongkok maupun ASEAN, merupakan entitas ekonomi penting di kawasan Asia-Pasifik, dan hubungan ekonomi perdagangannya telah menjadi model kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan di kawasan Asia-Pasifik. (CGTN)