BEIJING, Radio Bharata Online - Administrasi Negara Tiongkok untuk Regulasi Pasar (SAMR) mengumumkan, mereka telah menyetujui secara bersyarat sesuai dengan hukum, akuisisi ekuitas All Nippon Airways Co (ANA), di Nippon Cargo Airlines.

Menurut akun media sosial resmi SAMR pada hari Selasa, keputusan penting ini melindungi persaingan yang adil di pasar layanan kargo udara Tiongkok-Jepang, untuk memastikan kelancaran arus "urat nadi utama" pertukaran ekonomi dan perdagangan Tiongkok-Jepang, dan sangat penting bagi stabilitas rantai pasokan dan industri regional.

Kasus ini melibatkan penggabungan dua maskapai penerbangan utama Jepang di pasar layanan kargo udara Tiongkok-Jepang.  Dalam tinjauannya, SAMR berfokus pada penilaian dampak potensial transaksi tersebut, terhadap persaingan di pasar layanan kargo udara antara Tiongkok dan Jepang. 

Peninjauan tersebut menemukan bahwa ANA dan Nippon Cargo Airlines, memiliki pangsa pasar gabungan yang relatif tinggi di pasar layanan kargo udara Tiongkok-Jepang.  Menurut SAMR, transaksi tersebut dapat berdampak buruk pada persaingan, pada rute kargo udara antara kedua negara.

Untuk memastikan persaingan yang adil di pasar yang relevan, ANA membuat sejumlah komitmen, termasuk terus memenuhi perjanjian penanganan kargo darat, tidak menolak untuk memperbarui perjanjian yang relevan, menyediakan layanan penanganan darat bagi pendatang baru, dan mentransfer slot penerbangan tertentu.

SAMR mencatat bahwa kondisi pembatasan ini membantu menjaga keterbukaan dan daya saing pasar layanan kargo udara Tiongkok-Jepang, dan menjaga terhadap risiko monopoli pasar.

Jiao Xinwang, direktur China Manufacturing Think Tank, mengatakan kepada Global Times pada hari Selasa, bahwa kelancaran operasi rantai pasokan Tiongkok-Jepang, merupakan faktor positif yang kuat bagi pembangunan berkelanjutan, dari lingkaran regional antara Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan. Terutama karena sirkulasi eksternal menghadapi tantangan yang meningkat, memastikan kelancaran arus barang di dalam kawasan tersebut menjadi semakin penting. (Global Times)