Beijing, Radio Bharata Online - Mantan Duta Besar Tiongkok untuk negara Amerika Latin, Wang Xiaoyuan, Tiongkok dan Uruguay telah memperdalam kerja sama di berbagai bidang sejak pembentukan hubungan diplomatik bilateral pada tahun 1988.

Dalam sebuah wawancara dengan China Global Television Network (CGTN) menjelang kunjungan kenegaraan Presiden Uruguay, Luis Alberto Lacalle Pou, selama lima hari ke Tiongkok yang dimulai pada hari Senin (20/11), Wang menyatakan optimismenya tentang masa depan hubungan bilateral.

Dia menekankan bahwa hubungan ekonomi antara kedua negara telah berkembang pesat dalam beberapa dekade terakhir.

"Perdagangan TiongkokUruguay tumbuh dari hanya 100 juta dolar AS (sekitar 1,5 triliun rupiah) pada awalnya menjadi lebih dari 7,4 miliar dolar AS (sekitar 114 triliun rupiah) tahun lalu, meningkat 60 kali lipat. Ini sangat cepat. Sedangkan untuk hubungan politik, kerangka kerja hubungan dasar telah ditetapkan," kata Wang.

Tiongkok telah menjadi mitra dagang dan eksportir terbesar Uruguay selama lebih dari 11 tahun, sementara Uruguay tetap menjadi sumber impor daging sapi terbesar ketiga bagi Tiongkok. Wang menekankan bahwa mungkin ada lebih banyak ruang untuk ekspansi dalam perdagangan makanan.

"Uruguay memiliki kondisi yang menguntungkan, terutama di bidang pertanian dan peternakan. Negara ini memiliki luas lahan 170.000 kilometer persegi dan populasi 3,5 juta jiwa. Tapi, 120.000 kilometer persegi lahannya dapat digunakan untuk pertanian dan peternakan. Itu berarti 70 persen," kata Wang.

Dia menambahkan bahwa Tiongkok memiliki permintaan jangka panjang untuk produk pertanian dari Uruguay, dan peningkatan impor Tiongkok akan membawa dukungan material bagi perekonomian Uruguay.

Menurut data resmi, perdagangan Tiongkok dengan Uruguay mencapai 7,4 miliar dolar AS (sekitar 114 triliun rupiah) pada tahun 2022, meningkat 15 persen dari tahun ke tahun.