Kenya, Bharata Online - Pemerintah Tiongkok, bersama dengan Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF), telah meluncurkan inisiatif senilai 3 juta dolar AS (sekitar 54 miliar rupiah) di Kenya untuk mempromosikan kesehatan ibu dan bayi baru lahir.

Para pejabat senior pemerintah, diplomat, dan perwakilan lembaga multilateral menghadiri peluncuran program yang diberi nama "Promosi Kesehatan dan Kesejahteraan Perempuan dan Anak di Kenya", pada hari Selasa (9/6) di Nairobi.

Program yang didanai melalui Badan Kerjasama Pembangunan Internasional Tiongkok (China International Development Cooperation Agency) itu akan menargetkan kabupaten Mandera, Garissa, dan Wajir di negara Afrika Timur tersebut, dengan akses terbatas terhadap perawatan pencegahan dan pengobatan telah mendorong angka kematian ibu dan bayi baru lahir jauh di atas rata-rata nasional.

Di bawah program ini, Tiongkok akan mendanai pengiriman peralatan medis penting ke rumah sakit rujukan, fasilitas kesehatan tingkat kecamatan, dan pusat perawatan primer untuk memastikan perawatan komprehensif dari periode pranatal hingga pascanatal. Program ini juga mencakup pelatihan bagi petugas kesehatan dan relawan masyarakat, serta peningkatan standar air, sanitasi, dan kebersihan di fasilitas kesehatan untuk menekan infeksi.

Perwakilan UNICEF untuk Kenya, Shaheen Nilofer, menekankan bahwa di balik setiap sosok terdapat seorang ibu, bayi yang baru lahir, dan sebuah keluarga, dan kemitraan ini bertekad untuk menulis ulang kisah-kisah tersebut. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah Tiongkok atas dukungannya dalam memerangi kematian ibu dan bayi baru lahir, serta membantu pemerintah Kenya melindungi komunitasnya yang paling rentan.

Program ini selaras dengan cetak biru pembangunan Visi 2030 Kenya dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB yang lebih luas, memperkuat komitmen UNICEF untuk memberikan setiap anak di Kenya kesempatan tidak hanya untuk bertahan hidup, tetapi juga untuk berkembang.