Manila, Bharata Online - Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB) dan Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan atau Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) telah menaikkan perkiraan pertumbuhan ekonomi Tiongkok untuk tahun 2025. Keduanya mencatat dukungan kebijakan yang kuat dan ketahanan ekonomi Tiongkok sebagai indikator utamanya.
Dalam Laporan Prospek Pembangunan Asia terbaru yang dirilis pada hari Rabu (10/12) lalu, ADB menaikkan perkiraan pertumbuhan ekonomi Tiongkok untuk tahun 2025 sebesar 0,1 poin persentase menjadi 4,8 persen, dengan alasan ekspor yang tangguh dan stimulus fiskal yang berkelanjutan di ekonomi terbesar kedua di dunia.
Sambil mempertahankan perkiraan pertumbuhan ekonomi global tetap stabil di 3,2 persen, OECD juga merevisi perkiraan PDB Tiongkok untuk tahun 2025 dari 4,9 persen menjadi 5 persen pekan lalu. Penyesuaian ini menyoroti pengakuan OECD terhadap Tiongkok sebagai penstabil utama pertumbuhan ekonomi global.
OECD mencatat bahwa kebijakan fiskal Tiongkok bersifat ekspansif dengan pengenalan sejumlah langkah untuk mendukung pendapatan dan meningkatkan konsumsi, selain program tukar tambah untuk mobil dan peralatan rumah tangga.