BEIJING, Radio Bharata Online - Menteri keamanan publik Tiongkok dan Vietnam telah sepakat untuk meningkatkan kerja sama penegakan hukum, dan menandatangani nota kesepahaman (MOU), tentang kerja sama untuk memerangi perjudian lintas batas.

Para ahli berpendapat, langkah ini menunjukkan rasa saling percaya, dan memperdalam kerjasama pragmatis antara kedua negara.

Xinhua News Agency melaporkan, Penanda tanganan MOU kerja sama melawan kejahatan itu, dilakukan dalam pertemuan tingkat menteri keamanan publik Tiongkok-Vietnam yang ke-delapan, di Beijing pada hari Rabu 13 September.

Menteri Keamanan Publik Tiongkok, Wang Xiaohong menekankan, bahwa Tiongkok siap bekerja sama dengan Vietnam untuk melaksanakan konsensus penting yang dicapai oleh para pemimpin tertinggi kedua partai, dan memperdalam kerja sama di bidang keamanan politik dan keamanan siber.

Kedua negara juga akan memperkuat kerja sama praktis dalam memerangi kejahatan, memperkuat koordinasi dan kerja sama di bawah kerangka multilateral, dan meningkatkan pembangunan kapasitas penegakan hukum, untuk memberikan kontribusi baru dan lebih besar, terhadap keamanan dan stabilitas kedua negara dan kawasan secara keseluruhan.

Sementara Menteri Keamanan Publik Vietnam, To Lam mengatakan, Vietnam siap memperkuat pertukaran tingkat tinggi dalam penegakan hukum antara kedua negara, memperdalam kerja sama penegakan hukum di berbagai bidang, dan menciptakan lingkungan sosial yang aman dan stabil bagi pembangunan negaranya masing-masing.

Pengamat dari Pusat Study Asia Tenggara Akademi Ilmu Sosial Politik Tiongkok, Xu Liping mengatakan, kerja sama praktis ini menunjukkan kepercayaan politik yang mendalam antara kedua belah pihak.  Menurutnya, kerja sama yang dilembagakan seperti itu, menjaga keberlanjutan kerja sama bilateral antara Tiongkok dan Vietnam.  Selain itu, penandatanganan MOU juga menunjukkan bahwa Tiongkok dan Vietnam dapat memperkuat upaya bersama, dalam menghadapi tantangan masa depan, khususnya dalam menangani permasalahan di bidang keamanan non-tradisional.  (Global Times)