BEIJING, Radio Bharata Online - Bahasa dan budaya Tiongkok telah mendapatkan popularitas di negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), khususnya di Arab Saudi selama setahun terakhir.
Para pejabat dan pakar pendidikan Timur Tengah, berkumpul pada Forum Bahasa dan Budaya Tiongkok-GCC Kedua yang diadakan di Beijing pada hari Kamis.
Sejak Agustus lalu, semua sekolah menengah negeri dan swasta di Arab Saudi mulai mengajarkan bahasa Mandarin dua kali seminggu. Salim Alanazy, asisten wakil menteri Kementerian Pendidikan Arab Saudi mengatakan, bahasa dan budaya Tiongkok telah diterima dengan baik oleh para siswa. Negara-negara anggota GCC, khususnya Arab Saudi, menghargai bahasa ini, dan senang bisa mengembangkan persahabatan dengan Tiongkok.
Pada bulan Oktober, otoritas pendidikan dari Arab Saudi dan Tiongkok menandatangani perjanjian untuk meningkatkan kerja sama dalam pendidikan bahasa Mandarin antara kedua negara.
Alanazy mengatakan, Saudi akan mengundang guru-guru Tiongkok ke negaranya untuk mengajar bahasa Mandarin, dan mengirim guru-guru Saudi untuk belajar bahasa Mandarin di Tiongkok.
Sementara Duan Peng, presiden Universitas Bahasa dan Budaya Beijing, mengatakan, generasi muda di negara-negara GCC mempunyai minat yang besar untuk belajar bahasa Mandarin, seiring dengan semakin dalamnya hubungan multilateral dan kerja sama perdagangan dalam beberapa tahun terakhir.
Sebagai pendukung utama pendidikan bahasa Mandarin di Arab Saudi, Beijing Language and Culture University (BLCU) berupaya menyusun kurikulum, melatih guru-guru berbahasa Mandarin, dan mengembangkan sumber daya pengajaran untuk Arab Saudi. Sejauh ini lebih dari 800 pelajar Saudi akan belajar di Tiongkok dalam lima tahun ke depan. (ChinaDaily)