Beijing, Radio Bharata Online - Menyoroti Festival Qingming di Tiongkok, yang juga dikenal sebagai Hari Pembersihan Makam, sebuah video format seluler terbaru dari CGTN menampilkan avatar yang dibuat oleh AI berdasarkan pembawa berita asli, Liu Yuanhui.

Video ini menggali tradisi yang bertahan lama dari liburan tersebut, menghubungkan keindahan bunga sakura yang harum dengan rasa manis dari pangsit beras hijau.

Naskah lengkap dari video tersebut adalah sebagai berikut:

Di jalan-jalan yang ramai di Shanghai, para pelanggan mengantri berjam-jam untuk mendapatkan hidangan musiman yang lezat: qingtuan. Pangsit beras hijau ini menandakan datangnya Qingming, atau Kecerahan Murni.

Tahun ini, festival yang juga dikenal sebagai Hari Pembersihan Makam ini jatuh pada tanggal 4 April. Di masa lalu, ini adalah hari untuk mengunjungi makam leluhur. Orang-orang akan membersihkan situs pemakaman dan memberikan penghormatan dengan persembahan.

Saat ini, tradisi ini tetap menjadi bagian yang tak terpisahkan dari hari tersebut. Dan qingtuan tetap menjadi camilan yang populer, terutama di Tiongkok timur. Secara historis, makanan ini diberikan sebagai persembahan kepada leluhur. Namun saat ini orang-orang menikmatinya sebagai camilan musiman.

Bahan penting dalam qingtuan adalah daun mugwort Tiongkok. Daun ini juga digunakan dalam pengobatan tradisional Tiongkok, seperti untuk mengobati pembengkakan ringan.

Seiring dengan berlangsungnya festival ini, begitu juga dengan janji musim semi.

Nama Qingming berasal dari pepatah yang mengatakan bahwa cuaca cerah dan segala sesuatu mulai bertunas dan tumbuh pada musim ini.

Dengan bunga sakura, apel kepiting berbunga dan bunga rapeseed yang bermekaran, ini adalah waktu yang tepat untuk tamasya musim semi.

Selama festival berlangsung, taman-taman dipenuhi oleh keluarga dan pasangan. Mereka menikmati piknik, bersantai dan mengambil foto bunga-bunga yang bermekaran.

Menerbangkan layang-layang adalah salah satu kegiatan paling populer selama Festival Qingming. Dan pada zaman dahulu, orang-orang biasa menempelkan daftar penyakit dan masalah mereka pada layang-layang.

Setelah layang-layang membumbung tinggi di udara, mereka akan memotong talinya agar layang-layang tersebut bisa terbang. Praktik ini dipercaya dapat mengusir kemalangan dan roh-roh jahat. Berayun-ayun di ayunan juga merupakan tradisi selama festival berlangsung.

Dahulu kala, ranting-ranting pohon digunakan sebagai kerangka ayunan yang diikat dengan pita berwarna. Ayunan kuno ini berangsur-angsur berkembang menjadi ayunan dengan dua tali gantung dan satu tempat duduk. Semua tradisi ini menjanjikan musim semi yang penuh dengan kehidupan dan kegembiraan.

Jadi, inilah Qingming, festival untuk mengenang dan memperbarui.