SHANGHAI, Radio Bharata Online - Pelari Kenya Jesca Chelangat menciptakan rekor baru lomba lari Shanghai Elite 10K, yang menarik 7.000 peserta dari dalam dan luar negeri. Lomba lari ini kembali digelar setelah satu tahun absen. Puluhan pelari elit dari luar negeri, memulai start  bersama dengan pelari lokal dari Guangfu Road  pada Minggu pagi.

Rute lari Shanghai Elite 10K ini melewati tempat-tempat khas di Distrik Putuo termasuk Taman Changfeng sebelum berakhir di Pusat Konvensi dan Pameran Shanghai.

Dalam lomba ini, Chelangat menjadi pelari wanita pertama yang melewati garis finis dalam waktu 30 menit 44 detik, yang merupakan rekor baru untuk nomor 10k tersebut. Rekor sebelumnya adalah 31 menit 25 detik. Sementara itu mahkota putra jatuh ke tangan John Mburu Muiruri, juga dari Kenya, yang menyelesaikan jarak dalam waktu 28 menit 18 detik. Mereka masing-masing menerima hadiah uang sebesar US$10.000.

 

Kenyan runner sets record for Elite 10K Race

John Mburu Muiruri dari Kenya melintasi garis finis.

Su Fei dan He Wuxia menjadi pelari pria dan wanita Tiongkok tercepat dalam perlombaan tersebut, masing-masing mencatat waktu 0:29:48 dan 0:33:21. Beberapa pelari menganggap Balapan 10K sebagai pemanasan untuk Shanghai Marathon 2023, yang akan diadakan pada 26 November mendatang.

Kenyan runner sets record for Elite 10K Race

Pelari Kenya mendominasi jalannya perlombaan

Sebanyak sebelas lokasi medis, enam ambulans, dan 120 relawan medis diatur untuk memastikan keselamatan pelari. Sekitar 800 relawan mahasiswa dari tiga universitas dan perguruan tinggi Shanghai juga memberikan pelayanan untuk perlombaan tersebut.

Menurut pihak penyelenggara, 99,36 persen pelari berhasil menyelesaikan lomba. Pemenang 300 pria teratas dan 200 wanita teratas berhak untuk mengikuti Shanghai Half Marathon 2024 tahun depan. [Shine]