BEIJING, Bharata Online - Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang pada hari Rabu menyerukan, agar Tiongkok dan Belanda mengupayakan pembangunan bersama melalui kerja sama, yang terbuka dan pragmatis di tengah dampak meningkatnya unilateralisme, dan proteksionisme terhadap ekonomi global, dengan mengatakan, bahwa penguatan kemitraan akan melayani kepentingan bersama mereka.

Ia menyampaikan pernyataan tersebut dalam percakapan telepon dengan Perdana Menteri Belanda, Rob Jetten.

Li mengatakan, bahwa sejak kedua negara membangun kemitraan kerja sama komprehensif yang terbuka dan pragmatis 10 tahun yang lalu, hubungan dan kerja sama bilateral, terus semakin mendalam melalui upaya bersama. 

Li mencatat bahwa keterbukaan dan pragmatisme, tetap menjadi ciri khas hubungan Tiongkok-Belanda, yang memberikan manfaat nyata bagi rakyat kedua negara.

Saat ini, situasi internasional ditandai dengan meningkatnya ketidakstabilan, karena unilateralisme dan proteksionisme memberikan tekanan besar, pada ekonomi global.  Dalam situasi seperti itu, menurut Li, semakin penting bagi kedua negara untuk meningkatkan kerja sama melalui keterbukaan, dan mencapai hasil yang saling menguntungkan melalui pragmatisme.

Perdana Menteri Li Qiang menyatakan kesiapan Tiongkok bekerja sama dengan Belanda, untuk memperkuat kepercayaan politik timbal balik, menjunjung tinggi rasa saling menghormati dan dialog yang setara, serta memperluas kerja sama yang saling menguntungkan. 

Li mencatat bahwa dengan implementasi Rencana Lima Tahun ke-15 (2026-2030), output ekonomi Tiongkok diperkirakan akan mencapai tingkat yang lebih tinggi dalam lima tahun ke depan, akan memberikan lebih banyak ruang bagi kedua negara, untuk memperdalam kerja sama ekonomi dan perdagangan.

Sementara PM Belanda, Jetten, yang menjabat sejak Februari, mengatakan bahwa Tiongkok adalah mitra dagang penting bagi Belanda.  Menurutnya, hubungan dengan Tiongkok adalah salah satu hubungan bilateral terpenting bagi negaranya. Pemerintah Belanda berkeinginan untuk lebih memperkuat kerja sama di berbagai bidang, termasuk transisi hijau, pengelolaan air, dan pertanian. (Sumber: China Daily)