Beijing, Bharata Online - Duta Besar Uruguay untuk Tiongkok, Anibal Cabral Segalerba, mengakui peran penting Tiongkok dalam membawa stabilitas ke dunia di tengah meningkatnya ketidakpastian, dan menekankan komitmen negara tersebut untuk mengejar kerja sama yang lebih erat dengan Tiongkok selama Rencana Lima Tahun ke-15 periode 2026-2030.
Sebagai pengamat, Duta Besar tersebut menghadiri pembukaan "Dua Sesi" untuk pertama kalinya sejak menjabat pada Oktober lalu. "Dua Sesi" merupakan acara penting dalam kalender politik Tiongkok, yaitu pertemuan tahunan Kongres Rakyat Nasional (KRN), badan kekuasaan negara tertinggi, dan Komite Nasional Konferensi Konsultatif Politik Rakyat Tiongkok atau Chinese People's Political Consultative Conference (CPPCC), badan penasihat politik tertinggi.
"Merupakan suatu kehormatan dan keistimewaan untuk menyaksikan momen bersejarah ini di Tiongkok dan melihat bagaimana sistem demokrasinya bekerja. Saya sangat terkesan dengan proses dan isi pertemuan-pertemuan tersebut. Di tengah ketidakpastian global, Tiongkok menawarkan stabilitas bagi dunia. Dalam konteks ini, Rencana Lima Tahun ke-15 sangat penting. Saya percaya Uruguay dan seluruh dunia akan mempelajarinya dengan saksama untuk menemukan peluang kerja sama baru," ujar Duta Besar tersebut dalam sebuah wawancara baru-baru ini dengan China Central Television (CCTV).
Ia secara khusus menyoroti komitmen Tiongkok untuk memperluas keterbukaan tingkat tinggi dalam cetak biru pembangunan negaranya, dan memandang hal ini sebagai jalan penting untuk memperdalam hubungan bilateral.
Menurut data resmi dari Uruguay XXI, Tiongkok tetap menjadi pasar ekspor terbesar Uruguay pada tahun 2025, dengan perdagangan bilateral mencapai 3,493 miliar dolar AS (sekitar 59 triliun rupiah), yang menyumbang 26 persen dari total ekspor Uruguay. Nilai ekspor meningkat sekitar 12 persen dibandingkan tahun 2024.
Duta Besar itu juga mengungkapkan rencana untuk berpartisipasi dalam acara perdagangan besar, termasuk China International Consumer Products Expo dan China International Import Expo, dengan tujuan memperkuat hubungan perdagangan.
"Selama 14 tahun terakhir, Tiongkok telah menjadi mitra dagang utama Uruguay. Uruguay telah berpartisipasi dalam CIIE sejak awal, dan kami akan terus melakukannya. Setelah kunjungan kenegaraan Presiden Yamandu Orsi, kami berharap partisipasi kami tahun ini akan mencapai rekor baru. Pameran ini akan tetap menjadi bagian penting dari agenda tahunan kedutaan. Saya juga telah mengkonfirmasi kehadiran saya di pameran Hainan untuk menemukan peluang baru bagi eksportir Uruguay, karena pulau itu sekarang menjadi pelabuhan perdagangan bebas. Kami berencana untuk meningkatkan kehadiran Uruguay di pameran dagang lainnya di seluruh provinsi Tiongkok untuk mengeksplorasi peluang baru," jelasnya.