NANJING, Radio bharata online - Berdiri di depan tembok peringatan di Aula Peringatan para Korban pembantaian Nanjing oleh Penjajah Jepang, Xia Shuqin (94tahun), yang selamat dari Pembantaian Nanjing, mengungkapkan perasaannya kepada anggota keluarga yang hilang dalam kekejaman tersebut.

Sebagaia informasi, peringatan keluarga untuk para korban Pembantaian Nanjing,  dimulai pada hari Minggu(03/12) di Nanjing, ibu kota Provinsi Jiangsu, Tiongkok timur.

Sejarah mencatat pada 13 Desember 1937, pasukan Jepang ,menyerang dan merebut Nanjing, yang saat itu menjadi ibu kota Tiongkok. Selama enam minggu, mereka membunuh lebih dari 300.000 warga sipil Tiongkok dan tentara tak bersenjata. dan untuk mengnang sejarah kelam ini, pada tahun 2014, badan legislatif tertinggi Tiongkok menetapkan 13 Desember sebagai hari peringatan nasional bagi para korban Pembantaian Nanjing.

Mulai hari Minggu kemarin, anggota keluarga korban akan memberikan penghormatan kepada orang yang mereka cintai dengan berbagai cara, seperti dengan mempersembahkan bunga di depan tembok peringatan. Sebanyak 10.665 nama korban terukir di dinding, mewakili 300.000 korban pembantaian tersebut.

Ge Fengjin, putra almarhum penyintas Pembantaian Nanjing, yang menghadiri peringatan keluarga tersebut mengatakan, "Sebagai keturunan dari korban pembantaian dan pewaris ingatan akan pembantaian tersebut, kami memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan kebenaran sejarah," . "Tujuan adalah mengingat sejarah  untuk melihat ke masa depan dan membantu lebih banyak orang memahami nilai perdamaian."

Sebagai informasi, hanya 38 orang yang selamat dari Pembantaian Nanjing yang masih hidup hingga hari ini.

[Shine]