Beijing, Bharata Online - Pasar berjangka Tiongkok mencatat pertumbuhan yang kuat pada bulan Mei 2026, didorong oleh perdagangan aktif logam industri dan didukung oleh pemulihan ekonomi negara yang stabil, menurut data industri yang dirilis pada hari Selasa (9/6).

Menurut Asosiasi Berjangka Tiongkok, pasar berjangka negara tersebut mencatat volume perdagangan sebesar 709 juta lot pada bulan Mei 2026, naik 4,54 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sementara total nilai perdagangannya mencapai 70,61 triliun yuan (sekitar sekitar 187 ribu rupiah), meningkat 29,01 persen dari tahun sebelumnya.

Sektor logam non-ferrous tetap menjadi salah satu segmen pasar yang paling aktif. Volume perdagangan berjangka timah melonjak 188,55 persen dibandingkan tahun sebelumnya pada bulan Mei 2026, sementara berjangka tembaga dan aluminium masing-masing naik 20,59 persen dan 28,81 persen.

Kinerja di sektor logam mulia beragam. Volume perdagangan berjangka perak meningkat 12,55 persen dari tahun sebelumnya, sementara volume perdagangan berjangka emas turun 54,63 persen.

Analis pasar mengatakan pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang stabil dan peningkatan profitabilitas perusahaan diperkirakan akan terus memberikan dukungan fundamental bagi pasar berjangka.

"Produk logam non-ferrous industri didukung oleh permintaan dari ekonomi riil, sehingga kinerja pasar relatif tangguh. Produk-produk ini cocok untuk perdagangan jangka pendek (swing trading) dan strategi lindung nilai (hedging) yang selaras dengan fundamental industri. Sementara itu, emas tetap dibatasi oleh lingkungan suku bunga tinggi dalam jangka pendek dan kemungkinan akan tetap berada dalam pola fluktuasi yang lemah," ujar Xu Di, Asisten General Manager Guoyuan Futures Co., Ltd.