Hong Kong, Radio Bharata Online - Sebuah pameran penelitian kutub yang menampilkan misi pemecah es Tiongkok, dibuka Selasa 19 Maret di Museum Sains Hong Kong, menjelang kedatangan kapal penelitian pemecah es buatan Tiongkok yang pertama, yang dijadwalkan tiba bulan depan.

Pameran ini akan dibuka untuk umum secara gratis hingga 26 Juni, dan diperkirakan akan menarik lebih dari 500 pengunjung.

Konferensi ini akan memperkenalkan ekologi dan lingkungan alam di kawasan kutub, fasilitas penelitian kutub Tiongkok, dan upaya yang dilakukan Tiongkok untuk menghadapi perubahan iklim.

Pameran ini juga sebagai persiapan menyambut kedatangan kapal Xue Long 2 dan tim penelitinya pada 8 April, setelah menyelesaikan pelayaran terbarunya ke Kutub Selatan yang dimulai empat bulan lalu, dan akan selesai awal bulan depan.

Kapal ekspedisi ilmiah Xue Long 2, mulai beroperasi pada tahun 2019, dilengkapi dengan fungsi pemecah es dua arah, haluan dan buritan pertama di dunia, serta dapat berputar 360 derajat. Kapal ini juga berfungsi sebagai kapal pasokan untuk fasilitas penelitian Tiongkok di kawasan Arktik dan Antartika, serta sebagai kapal penelitian ilmiah.

Pada upacara pembukaan hari Selasa, Sekretaris Lingkungan Hidup dan Ekologi Tse Chin-wan, mengatakan, kunjungan Xue Long-2 akan membantu masyarakat meningkatkan pengetahuan tentang lingkungan kutub dan perubahan iklim. Dia menambahkan, pengunjung tidak hanya belajar tentang perkembangan penelitian kutub Tiongkok, tetapi juga dapat ikut serta dalam kapal tersebut untuk merasakan kehidupan para peneliti.

Menurut Tse, Penelitian kutub sangat membantu para ilmuwan dalam memahami dampak dan penyebab perubahan iklim yang sangat penting untuk prediksi dan mitigasi.

Kapal Xue Long-2 dijadwalkan berlabuh di Terminal samudra, di Tsim Sha Tsui, mulai 9 April hingga 12 April. Masyarakat dapat mengajukan permohonan izin kunjungan mulai pukul 11 ​​pagi hari Rabu melalui platform Urbtix.

Penyelenggara acara, Ho Kin-chung, ketua pendiri dan direktur Green Future Foundation Association, mengatakan, pemungutan suara dapat diterapkan jika jumlah pendaftar melebihi kuota harian. Sementara Kapal hanya dapat diakses pada sore hari tanggal 8 April, dan pagi hari tanggal 12 April. (thestandard)