BEIJING, Bharata Online - Saat berbicara dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi pada hari Selasa mendesak pihak AS, untuk menangani isu-isu terkait Taiwan dengan lebih hati-hati.
Mengingat bahwa kedua presiden mencapai serangkaian konsensus penting di Beijing pada bulan Mei ini, termasuk visi baru untuk membangun hubungan bilateral yang konstruktif dan stabil secara strategis, Wang mengatakan bahwa hal itu telah memberikan panduan strategis, dan menetapkan arah pengembangan hubungan Tiongkok-AS selama tiga tahun ke depan, dan seterusnya.
Ia menyerukan kepada hubungan Tiongkok dan AS, untuk menghilangkan gangguan, mengatasi hambatan, dan tetap teguh pada jalur yang benar menuju pembangunan hubungan bilateral yang konstruktif dan stabil secara strategis. Hal ini mencerminkan aspirasi kedua bangsa, memenuhi harapan masyarakat internasional, dan melayani kepentingan mendasar kedua Negara.
Wang mengatakan bahwa kedua belah pihak harus selalu menjunjung tinggi semangat kesetaraan, rasa hormat dan saling menguntungkan, serta menerjemahkan konsensus penting yang dicapai oleh kedua kepala negara, ke dalam kebijakan dan langkah-langkah praktis yang spesifik.
Menurut Wang, membangun hubungan bilateral yang konstruktif dan stabil secara strategis bukan hanya slogan, tetapi membutuhkan tindakan. Kedua belah pihak harus bergerak ke arah yang sama, dan melakukan upaya yang gigih.
Untuk tujuan ini, kedua belah pihak harus memperluas daftar kerja sama, menciptakan lebih banyak agenda positif, dan pada saat yang sama mempersempit daftar masalah, dan mengelola berbagai risiko dan bahaya tersembunyi.
Kedua belah pihak sepakat, bahwa percakapan telepon antara kedua menteri luar negeri bersifat positif dan konstruktif, dan sepakat untuk bersama-sama mengimplementasikan konsensus penting yang dicapai oleh kedua kepala negara, dan terus menjaga komunikasi secara fleksibel. (Dengan masukan dari Xinhua)
International
Kamis, 2 Juli 2026 | 10:22 WIB
Menteri Luar Negeri Tiongkok Mendesak AS Untuk Menangani Isu-Isu Terkait Taiwan Dengan Lebih Hati-Hati
Oleh