New York, Radio Bharata Online - Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, mengatakan pada hari Selasa (28/11) bahwa dalam konflik Palestina-Israel, Tiongkok berdiri teguh di sisi perdamaian, hati nurani manusia dan hukum internasional.

Wang,  yang juga anggota Biro Politik Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok, dalam sebuah pertemuan dengan Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, mengatakan bahwa Tiongkok mendukung PBB dan Sekretaris Jenderal dalam memainkan peran mereka yang unik dan tak tergantikan dalam menyelesaikan konflik Palestina-Israel.

Posisi Tiongkok sudah jelas, kata Wang.

Pertama, tidak boleh ada perang yang dimulai kembali, katanya. Gencatan senjata total harus dicapai untuk menghindari bencana kemanusiaan yang lebih besar, dan para tahanan harus dibebaskan.

Kedua, akses tanpa hambatan terhadap pasokan kemanusiaan ke Gaza harus dipastikan, kata Wang. Dan ketiga, solusi dua negara harus dimulai kembali sejak dini.

Tiongkok juga menyerukan penyelenggaraan konferensi perdamaian internasional yang lebih berwibawa, lebih luas dan lebih efektif sesegera mungkin, sehingga dapat merumuskan jadwal dan peta jalan untuk memulai kembali solusi dua negara, kata Wang.

Tiongkok mendukung PBB dalam memainkan peran utama dalam hal ini, katanya.

Sebagai presiden bergilir Dewan Keamanan PBB untuk bulan November 2023, Tiongkok akan mengadakan pertemuan tingkat tinggi Dewan Keamanan mengenai masalah Palestina-Israel pada hari Rabu (29/11). Wang akan memimpin pertemuan tersebut.

Guterres menghargai peran konstruktif Tiongkok dalam mempromosikan penyelesaian politik masalah Palestina-Israel dan meringankan situasi kemanusiaan selama masa kepresidenan bergilirnya di Dewan Keamanan.

Dengan memperhatikan bahwa gencatan senjata sementara tidak cukup dan bantuan ke Gaza masih jauh dari memadai, Guterres mengatakan bahwa lebih banyak penyeberangan perbatasan dan prosedur yang disederhanakan diperlukan untuk saat ini guna memfasilitasi masuknya pasokan kemanusiaan yang lancar dan tanpa hambatan ke Gaza.

PBB dengan tegas mendukung implementasi solusi dua negara, jalan keluar mendasar dari konflik Palestina-Israel yang terus berulang, kata Guterres, seraya menambahkan bahwa ia berharap Dewan Keamanan akan mencapai konsensus yang luas mengenai hal ini.

Atas nama pemerintah Tiongkok, Wang menyampaikan belasungkawa kepada badan-badan PBB atas korban yang jatuh dalam konflik Palestina-Israel.

Wang juga bertemu dengan mitranya dari Brasil, Mauro Vieira, dan mitranya dari Malaysia, Zambry Abdul Kadir, pada hari Selasa (28/11).