Beijing, Bharata Online - Presiden Tiongkok, Xi Jinping, mengatakan bahwa memperluas dan memperdalam hubungan Tiongkok-Oman merupakan pilihan strategis bersama dari kedua belah pihak, yang selaras dengan tren zaman serta harapan dan kesejahteraan masyarakat kedua negara.
Xi menyampaikan pernyataan tersebut saat melakukan pembicaraan dengan Sultan Haitham bin Tarik Al Said dari Oman pada hari Senin (2/11) di Balai Agung Rakyat di Beijing. Xi mencatat bahwa persahabatan Tiongkok-Oman memiliki sejarah yang panjang.
Menurutnya, kepercayaan politik timbal balik semakin kokoh, kerja sama yang saling menguntungkan membuahkan hasil nyata, dan persahabatan tradisional telah berakar kuat di hati masyarakat kedua negara dalam beberapa tahun terakhir.
"Persahabatan Tiongkok-Oman memiliki sejarah yang panjang. Pada masa Dinasti Tang (618-907), seorang navigator asal Oman bernama Abu Ubaidah menempuh perjalanan ribuan mil menuju Tiongkok. Zheng He, seorang navigator dari Dinasti Ming (1368-1644), melakukan tujuh pelayaran samudra dan empat kali mengunjungi Oman, meninggalkan kisah-kisah sejarah yang tak terlupakan," ujarnya.
"Pada tahun 2018, kedua negara kita menjalin kemitraan strategis, yang membuka babak baru dalam hubungan Tiongkok-Oman. Saat ini, hubungan Tiongkok-Oman berada pada titik awal sejarah yang baru. Memperluas dan memperdalam hubungan Tiongkok-Oman adalah pilihan strategis bersama dari kedua belah pihak, yang sejalan dengan tren zaman dan arah sejarah, serta memenuhi harapan dan kesejahteraan masyarakat kedua negara," tambah Xi.
Sementara itu, Sultan Haitham menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pihak Tiongkok atas sambutan hangat yang diberikan, serta menegaskan kembali komitmen Oman untuk terus memajukan hubungan bilateral kedua negara.
"Yang Mulia Presiden Xi Jinping, Tiongkok senantiasa menjadi jembatan yang menghubungkan peradaban Timur dan Barat serta pertukaran antarwarga, sekaligus menjadi pusat penyebaran budaya dan beragam gagasan. Saya ingin menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat dari pihak Tiongkok. Kami merasakan persahabatan yang mendalam serta rasa saling menghormati antara kedua negara dan kedua bangsa. Dalam kesempatan ini, saya ingin menegaskan bahwa hubungan persahabatan tradisional antara Oman dan Tiongkok terjalin sangat erat, dan kami berkomitmen untuk bekerja sama guna memajukan hubungan ini lebih jauh lagi," ujar Sultan Haitham.
Sultan Haitham melakukan kunjungan kenegaraan ke Tiongkok dari hari Minggu (1/11) hingga Senin (2/11) atas undangan Presiden Xi. Kunjungan ini menandai lawatan pertama kepala negara Oman ke Tiongkok sejak terjalinnya hubungan diplomatik antara kedua negara 48 tahun yang lalu.