NANNING, Radio Bharata Online - Sekelompok pelajar Indonesia berkolaborasi merakit konverter torsi sebagai bagian dari tugas kuliah mereka di sebuah sekolah kejuruan di kota Liuzhou, Daerah Otonomi Guangxi Zhuang, Tiongkok selatan.

Mereka mulai belajar mekanik di Liuzhou Vocational & Technical College pada bulan September dan akan melanjutkan pelatihan mereka di Guangxi Liugong Machinery Co., Ltd. Nantinya mereka akan memiliki peluang kerja prospektif di anak perusahaan Liugong di Indonesia setelah lulus.

Kerjasama industri antara Tiongkok dan Asia Tenggara semakin erat dalam beberapa tahun terakhir. Kemajuan penelitian dan teknologi Tiongkok telah meningkatkan permintaan akan beragam profesional multinasional, dan banyak orang dari Asia Tenggara mencari pelatihan teknis yang selaras dengan standar global. Sinergi ini telah menciptakan skenario yang saling menguntungkan, meruntuhkan hambatan nasional, budaya, dan bahasa.

Pada tahun 2022, Guangxi Liugong Machinery Co., Ltd. dan Sekolah Kejuruan & Teknik Liuzhou mulai berkolaborasi dengan beberapa lembaga luar negeri untuk melatih bakat teknis di bidang mesin teknik. Kerja sama ini tidak hanya menjawab permintaan akan talenta-talenta terampil dari luar negeri di kalangan perusahaan, namun juga memberikan kontribusi terhadap peluang kerja bagi generasi muda di negara-negara anggota ASEAN.

Sebuah proyek kerjasama perguruan tinggi-perusahaan di Thailand, misalnya, telah berhasil melatih lebih dari 20 profesional berketerampilan tinggi, tujuh di antaranya telah menyelesaikan magang di Liugong dan akan bekerja di anak perusahaannya di luar negeri. Lebih dari 70 persen staf yang saat ini bekerja di anak perusahaan Liugong di luar negeri adalah karyawan lokal.

Peng Zhifeng, pakar pelatihan teknis di Liugong mengatakan, “Pelatihan yangdiberikan mencakup segala hal yang berkaitan dengan peralatani, mulai dari pemeliharaan hingga pengoperasian, dan semua teori yang diperlukan,” 

Peng mengamati adanya keinginan yang kuat untuk belajar di kalangan mahasiswa luar negerinya. Banyak pekerja, yang tidak pernah menerima pendidikan teori meskipun telah bekerja di bengkel mobil selama bertahun-tahun, menurut Peng wawasan mereka menjadi terbuka setelah mengikuti pelatihan tersebut, .

Pakar pelatihan teknis di Liugong ini juga menyoroti universalitas keterampilan yang dipelajari para peserta pelatihan, dan menyatakan bahwa mereka tidak terbatas hanya bekerja di Liugong, namun bisa menyumbangkan keahlian mereka ke perusahaan lain.

Somporn Pandam, wakil sekretaris jenderal Komisi Pendidikan Kejuruan Kementerian Pendidikan Thailand mengatakan, pendidikan kejuruan sangat penting bagi pembangunan nasional. Ia menyatakan keyakinannya bahwa pendidikan kejuruan ini akan menawarkan keterampilan bahasa dan prospek karier yang berharga kepada siswa Thailand.

Menurut Somporn, kerjasama antara institusi pendidikan kejuruan dan perusahaan akan membuat pendidikan kejuruan Thailand lebih mudah beradaptasi dengan permintaan pasar global, membantu Thailand menumbuhkan lebih banyak talenta unggul, dan meningkatkan daya saing lapangan kerja dan gaji generasi muda Thailand. [Shine]