JAKARTA, Bharata Online - Olahraga phygital menggabungkan versi fisik dan digital dari permainan. Pemain akan berkompetisi terlebih dahulu dalam e-sports, kemudian versi fisiknya, menciptakan pengalaman yang sepenuhnya baru. 

Wu Zhengmao, pemain dari Guangzhou Red Moon FC di Tiongkok, mengatakan bahwa permainan phygital telah sepenuhnya menghancurkan pandangan tradisionalnya tentang sepak bola. Stimulasi otak dari permainan phygital berbeda dari sepak bola tradisional. Ini adalah mode permainan baru bagi para peserta, dan tantangan bagi karier sepak bola mereka. 

Bagi mereka yang ingin terjun ke bidang ini secara profesional, kapten tim Red Moon mengatakan bahwa seseorang membutuhkan keterampilan e-sports yang sangat baik, setara dengan tim-tim terkemuka dunia. Dan keterampilan sepak bola serta strategi futsal mereka juga harus kuat.

Bagi mereka yang bukan penggemar olahraga tradisional, ada juga pilihan lain, yakni HADO,  olahraga yang memungkinkan pemain mengenakan perangkat tampilan di kepala dan sensor di lengan untuk menggunakan bola energi dan perisai di lapangan sungguhan, memungkinkan pemain untuk menggabungkan ketangkasan fisik dengan teknologi.

Setelah Abu Dhabi 2025 selesai, obor Phygital kini beralih ke Astana, Kazakhstan, tuan rumah Games of the Future 2026. Bersamaan dengan itu, Phygital International telah mengkonfirmasi bahwa penawaran kini dibuka untuk kota-kota tuan rumah masa depan untuk edisi 2028, 2029, dan 2030, seiring dengan ekspansi global Games yang terus berlanjut.

[CGTN]