ZHEJIANG, Radio Bharata Online - Pada hari Kamis dalam pembukaan Pertemuan ke-15 Konferensi Para Pihak Konvensi Ramsar tentang Lahan Basah (COP15) yang diselenggarakan di kota resor Air Terjun Victoria, Zimbabwe, sembilan kota di Tiongkok resmi ditetapkan terakreditasi sebagai kota lahan basah internasional.

Sembilan kota yang baru terakreditasi adalah Chongming di Shanghai, Dali di Provinsi Yunnan, Fuzhou di Provinsi Fujian, Hangzhou di Provinsi Zhejiang, Jiujiang di Provinsi Jiangxi, Lhasa di Daerah Otonomi Xizang, Suzhou di Provinsi Jiangsu, Wenzhou di Provinsi Zhejiang, dan Yueyang di Provinsi Hunan.

Johane Chenjekwa, Wali Kota Kasane di Botswana, memuji Tiongkok atas upayanya dalam mempromosikan konservasi lahan basah, dan menekankan bahwa Afrika dapat memperoleh manfaat dari kerja sama dengan Tiongkok dalam pengelolaan lahan basah.

Chenjekwa mengatakan Botswana akan belajar dari Tiongkok, dan mempersilahkan Tiongkok juga untuk belajar dari cara bekerja di Afrika. Menurutnya, ini adalah pengalaman yang luar biasa untuk berbaur bersama.

Chenjekwa menambahkan bahwa seiring dunia menghadapi tantangan bersama terkait degradasi lahan basah, upaya bersama dengan Tiongkok dapat membantu mengatasi dampaknya.

Dalam sambutan pembukaannya, Jay Aldous, Wakil Sekjen Konvensi Lahan Basah, mencatat bahwa meskipun urbanisasi membawa kemajuan pembangunan yang nyata, perlu dipastikan bahwa hal tersebut tidak mengganggu pelestarian lahan basah.

Jay mengatakan, ekspansi perkotaan yang tidak terencana atau dikelola dengan buruk, telah menjadi perhatian global karena berkontribusi terhadap degradasi lahan basah, hilangnya keanekaragaman hayati, terganggunya keseimbangan ekologi, meningkatnya emisi gas rumah kaca, memburuknya polusi udara dan air, serta memperparah dampak perubahan iklim. (Global Times)