Beijing, Radio Bharata Online - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Mao Ning, mengatakan pada hari Senin (20/11) bahwa Tiongkok telah mengikuti dengan seksama situasi di Myanmar utara dan memberikan bantuan yang diperlukan untuk warga negara Tiongkok di sana, serta bantuan kemanusiaan untuk evakuasi warga negara asing dari daerah konflik.

Mao diminta untuk mengomentari laporan evakuasi warga negara Thailand dari Myanmar melalui Tiongkok. Kementerian Luar Negeri Thailand mengatakan pada hari Minggu (19/11) bahwa 266 warga Thailand dan beberapa warga Filipina dan Singapura di Myanmar utara akan memasuki Tiongkok dan terbang dari kota Kunming ke Bangkok.

"Tiongkok mengikuti dengan seksama konflik di Myanmar utara dan telah mendesak para pihak untuk menghentikan pertempuran. Baru-baru ini, beberapa negara telah meminta bantuan kepada Tiongkok. Dengan semangat kemanusiaan, Tiongkok telah memfasilitasi warga mereka untuk transit melalui Tiongkok dari Myanmar utara. Kami akan terus berhubungan dengan negara-negara terkait dan melakukan apa yang kami bisa untuk membantu apa yang harus dilakukan selanjutnya," ujarnya dalam konferensi pers di Beijing.

Juru Bicara tersebut melanjutkan bahwa Tiongkok akan terus mengikuti situasi di daerah konflik dan membantu warga negara Tiongkok yang membutuhkan.

"Kementerian Luar Negeri Tiongkok dan kedutaan besar serta konsulat kami di Myanmar telah mengeluarkan peringatan konsuler, menyarankan warga negara Tiongkok di daerah konflik yang intens di Myanmar utara untuk pindah ke tempat yang aman atau kembali ke Tiongkok sesegera mungkin jika sudah aman. Baru-baru ini, beberapa warga negara Tiongkok telah kembali ke Tiongkok melalui pelabuhan perbatasan. Kementerian Luar Negeri dan kedutaan besar serta konsulat kami di Myanmar akan terus mengikuti dengan seksama situasi keamanan di Myanmar utara dan membantu warga negara Tiongkok," kata Mao.

"Sejak konflik di Myanmar utara meletus, Tiongkok telah memainkan peran konstruktif dengan caranya sendiri. Kami telah bekerja secara aktif untuk mendorong pembicaraan untuk perdamaian, mendesak pihak-pihak terkait di Myanmar untuk mengutamakan kesejahteraan rakyat, menghentikan pertempuran secepat mungkin, menyelesaikan perbedaan melalui dialog dan konsultasi, serta mencegah situasi meningkat. Tiongkok juga menyumbangkan sumber daya manusia, material, dan keuangan yang sangat besar dari sudut pandang kemanusiaan untuk menjaga agar pelabuhan utama antara Tiongkok dan Myanmar tetap terbuka dan berfungsi, membuat pengaturan yang tepat untuk menyediakan tempat tinggal bagi orang-orang yang melarikan diri dari konflik, dan bekerja sama dengan pihak Myanmar untuk memberikan bantuan medis yang mereka butuhkan. Kami telah secara aktif membantu orang-orang dari negara lain untuk mengungsi melalui Tiongkok. Kami berharap pihak-pihak terkait akan bekerja sama dengan Tiongkok untuk membantu memulihkan perdamaian dan stabilitas di Myanmar sedini mungkin," jelas Jubir tersebut.

Pada tanggal 27 Oktober 2023, posisi militer tentara Myanmar di negara tersebut, termasuk di negara bagian Shan utara, diserang oleh kelompok-kelompok etnis bersenjata Myanmar, yang mengakibatkan pertempuran sengit.