Beijing, Radio Bharata Online - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Mao Ning, pada hari Senin (4/9) mengatakan bahwa Tiongkok selalu mendukung dan mendorong pertukaran antar masyarakat dengan AS dan berharap pihak AS juga melakukan hal yang sama.
Mao membuat pernyataan tersebut dalam sebuah konferensi pers ketika memperkenalkan balasan yang diberikan oleh Presiden Tiongkok, Xi Jinping, baru-baru ini terhadap surat-surat dari beberapa teman Amerika.
"Baru-baru ini, Presiden Xi Jinping telah membalas surat dari Asosiasi Pertukaran Pemuda dan Pelajar AS-Tiongkok, dan tokoh-tokoh yang bersahabat dari berbagai kalangan di negara bagian Washington, AS, serta dari John Easterbrook, cucu mantan Jenderal AS, Joseph Stilwell. Xi menekankan bahwa harapan dan fondasi hubungan Tiongkok-AS terletak pada rakyat, dan masa depan terletak pada kaum muda. Kedua bangsa harus memperkuat pertukaran, meningkatkan pemahaman dan memperluas kerja sama untuk terus menyuntikkan dorongan baru ke dalam pengembangan hubungan bilateral," kata Mao.
Mao mengatakan bahwa balasan tersebut menunjukkan bahwa Xi sangat mementingkan promosi pertukaran antar masyarakat Tiongkok-AS. Tiongkok dan AS telah membentuk 284 pasangan provinsi, negara bagian, dan kota kembar serta memfasilitasi banyak proyek kerja sama yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia juga mengatakan pertukaran antara berbagai sektor di kedua negara telah memanas setelah pandemi Covid karena ini merupakan kepentingan mendasar dari kedua negara dan masyarakat.
"Tiongkok selalu menangani hubungannya dengan AS sesuai dengan tiga prinsip yaitu saling menghormati, hidup berdampingan secara damai, dan kerja sama yang saling menguntungkan yang diusulkan oleh Presiden Xi. Kami berkomitmen untuk menemukan cara yang tepat bagi kedua negara besar ini untuk bergaul satu sama lain. Tiongkok selalu mendukung dan mendorong pertukaran antar masyarakat dengan AS, dan kami berharap pihak AS dapat memenuhi aspirasi masyarakat dan bekerja sama dengan Tiongkok untuk mengimplementasikan kesepahaman bersama yang dicapai oleh kedua presiden di Bali, mendukung pertukaran dan kerja sama bilateral di berbagai sektor, dan membawa hubungan Tiongkok-AS kembali ke jalur perkembangan yang sehat dan stabil," paparnya.